Elon Musk: Instagram Bikin Depresi, Twitter Bikin Marah
- mengatakan menggunakan Instragram dapat memicu depresi, sedangkan menggunakan Twitter memicu penggunanya untuk marah.

Rizky C. Septania
Author


TEXAS - Elon Musk kembali membuat Tweet mengenai perbedaan sensasi dan emosional ketika menggunakan Twitter dan Instagram. Dalam kicauannya, ia mengatakan menggunakan Instragram dapat memicu depresi, sedangkan menggunakan Twitter memicu penggunanya untuk marah.
"Instagram membuat orang depresi & Twitter membuat orang marah. Mana yang lebih baik?"tulis Musk dalam kicauannya seperti dikutip TrenAsia.com dari Insider Selasa, 16 Januari 2023.
- Memiliki Kesamaan Sebagai Gas Alam yang Berwujud Cair, Apa Bedanya LNG dan NGL?
- Sejarah Petrus, Salah Satu Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diakui Jokowi
- Waduh! Pin Khusus Ibu Hamil KRL Dijual Bebas di Shopee hingga Tokopedia
- Pada Awal 2023, Inilah Rekomendasi Saham-saham dari Sektor yang Prospektif Tahun Ini
Tweet tersebut mendapat banyak tanggapan dari netizen. Salah satu pengguna menjawab Twitter tidak membuat mereka marah tetapi membuat mereka tertawa. Menanggapi hal tersebut, Musk menjawab dengan mengatakan dia banyak tertawa di Twitter.
Sebelumnya, Musk memang pernah mengkritik Instagram yang saat ini berada di bawah Meta, perusahaan sosial media milik miliarder lainnya, Mark Zuckerberg pada 2018 lalu lewat sebuah siaran podcast.
Kala itu, miliarder penuh kontroversi ini mengatakan bahwa salah satu masalah dengan media sosial adalah bahwa orang terlihat memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang sebenarnya.
Musk mengatakan di podcast bahwa Instagram dapat membuat orang tampak lebih tampan dan lebih bahagia daripada yang sebenarnya. Dia menambahkan bahwa melihat orang-orang yang menarik dan bahagia dapat memicu depresi bagi orang yang melihatnya.
"Saya tidak terlalu tampan dan tidak terlalu bahagia. Jadi saya pasti payah," kata Musk.
Namun perlu dicatat, pernyataan tersebut dikemukakan Musk sebelum Ia membeli Twitter. Sebagaimana diketahui, tahun lalu Musk mengakuisisi Twitter dengan buaya US$44 Miliar atau setara Rp660 triliun kala itu.
Meski melakukan akuisisi, Bos Tesla ini bertanya- tanya apakah orang harus mengurangi penggunaan media sosial.
Pertanyaan tersebut merupakan tanggapan dari laporan yang dibagikan mengenai studi tahun 2021 oleh Pusat Survey tentang Kehidupan Amerika. Dalam studi tersebut ditemukan bahwa lingkaran sosial orang telah menyusut dalam tiga dekade terakhir.
"Mungkin kita harus menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial?" kata mantan orang terkaya sejagat raya itu

Ananda Astri Dianka
Editor
