Presiden: Kalau Kita Mengungkit Sekarang, Tahun Depan akan Jauh Lebih Baik
- JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyoroti melesatnya neraca ekspor dari beberapa sektor non migas. Dia mengatakan momentum ekspor periode Mei hingga Juni...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyoroti melesatnya neraca ekspor dari beberapa sektor non migas. Dia mengatakan momentum ekspor periode Mei hingga Juni harus didorong melaui pendanaan dari koperasi.
Berkaitan dengan ekspor, Joko Widodo mengatakan koperasi dapat berperan strategis dalam membantu pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam hal ini, Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) telah menyiapkan dana senilai Rp1 triliun untuk Koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).
”Kita hanya punya waktu untuk ungkitan ini Juli, Agustus, September. Kalau kita mengungkit ini, insyaallah nanti di kuartal keempat lebih mudah, tahun depan kita akan jauh lebih mudah. Kesempatan kita di bulan Juli, Agustus, September,” kata Joko Widodo di Istana Negara, Kamis, 23 Juli 2020.
- Menjawab Tren, LTC Glodok Punya Hal Baru di Lahan Parkir Sepeda
- Wow, Belajar Daring Universitas Terbuka Jangkau 40 Negara
- 3 Pembeli Ini Bakal Terkena PPN Produk Digital Impor
- Dua Startup Siap IPO, Penghuni Papan Akselerasi Bakal Bertambah
- Sinergikan Tiga Ekosistem, BRI Akselerasi Digitalisasi UMKM
Bantuan modal kerja ini akan memperbaiki likuiditas dari koperasi sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM yang nilainya dari Rp2 miliar – Rp50 miliar dengan bunganya 3%.
”Jadi koperasi diberikannya ke anggota, pelaku usaha juga jangan tinggi-tinggi. Berapa biasanya diberikan kepada anggota? Kalau dari LPDB 3%, ke sana berapa? 12%, 12% berarti baik, syukur bisa di bawah itu lebih baik lagi. Ini yang kita inginkan,” imbuh Presiden.
Presiden menegaskan koperasi harus bergerak untuk mencapai target di awal Agustus memberikan bantuan modal kerja produktif pada 12 juta UMKM. Bantuan ini diharapkan akan mengungkit ekonomi kita sehingga total nilai sebagaimana disampaikan Menteri KUKM kurang lebih Rp381 miliar.
”Sekali lagi saya harapkan ini adalah awal dari pemeberian bantuan likuiditas pada koperasi dan kita harapkan jumlah yang tadi saya sampaikan Rp1 triliun itu betul-betul nanti segera bisa disalurkan secepat-cepatnya kepada koperasi-koperasi yang ada di tanah air.”
