Nasional & Dunia

Habis Absen Gegara Pandemi, TED Talk di China Batal Digelar

  • Ada interverensi dari Pemerintah China
Ted talk
Ted talk (Website/TED Talk)

GUANGZHOU - Konfrensi kelas dunia TED Talk tahun ini direncanakan di Kota Guangchou, China. Namun, perhelatan tersebut tampaknya tak jadi diselenggarakan. 

Pasalnya, Pemerintah setempat menyatakan bahwa acara tersebut syarat akan antek asing. Menurut info,  polisi menghubungi penyelenggara untuk menyatakan kaitan acara dengan organisasi asing non-pemerintah.

Dikutip TrenAsia.com dari laman resmi South Morning China Post pada Selasa, 1 Agustus 2023, konferensi bertajuk TEDXGuangzhou 2023 ini direncakan akan dihelat pada 13 Agustus mendatang dan menjadi TED Talk pertama sejak dimulainya pandemi COVID-19. Acara ini diperkirakan dapat menarik hingga 800 peserta.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh 12 narasumber yang terdiri dari seniman, peneliti, pengusaha, dan pendukung anti-intimidasi kampus. Dalam brosur acara, juga dicantumkan bahwa akan ada diskusi dan lokakarya skala kecil.

Namun TEDxGuangzhou mengatakan dalam sebuah postingan WeChat pada hari Senin bahwa kantor polisi kota untuk pengelolaan organisasi asing non-pemerintah telah menghubungi organisasi tersebut pada hari Kamis dan mengatakan kepada mereka untuk "mendirikan kantor perwakilan domestik" atau mengajukan izin sementara untuk mematuhi peraturan tersebut.

Sementara dari pihak polisi setempat, sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan tentang masalah ini.

Ketat Terhadap Asing

Intervensi polisi ini dilakukan setelah China berulang kali berjanji kepada bisnis internasional bahwa negara itu berkomitmen untuk membuka diri bahkan saat mempertajam alat hukumnya untuk melawan "infiltrasi asing".

TEDxGuangzhou menolak karakterisasi polisi. “Kami adalah sekelompok relawan lokal yang kadang-kadang berkumpul untuk merencanakan beberapa kegiatan,” kata pernyataan itu.

“Kami bukan 'organisasi', dan tidak ada hubungan kerja atau remunerasi antara kami atau dengan TED. Oleh karena itu, kami tidak berada di bawah yurisdiksi undang-undang ini, yang berkaitan dengan LSM asing yang terdaftar di luar negeri yang ingin menjalankan bisnis di Tiongkok.”

Meski begitu, penyelenggara mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk mendapatkan izin sementara karena takut akan konsekuensi hukum jika mereka melanjutkan tanpa izin.

Mereka juga memperingatkan bahwa sulit untuk mendapatkan izin dengan cepat karena membutuhkan kesepakatan tertulis antara TED dan mitra China.