Pendapatan dari Tol Menciut Selama PSBB, Laba Bersih Jasa Marga Anjlok 77,3 Persen
- Emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2020.

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat penurunan kinerja sepanjang 2020. Jasa Marga meraup pendapatan Rp13,70 triliun pada 2020. Angka ini anjlok 48,01% secara tahunan dari 2019 senilai Rp26,35 triliun.
Mengutip laporan keuangan yang dirilis perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Jasa Marga tergerus karena pendapatan bisnis tol turun sebesar 13,52% (year on year/yoy) dari Rp10,13 triliun pada 2019, menjadi Rp8,76 triliun pada 2020.
Selain itu, pendapatan konstruksi juga merosot 73,24% dari Rp15,36 triliun pada 2019 menjadi Rp4,11 triliun pada 2020.
- Jualan Sari Roti, Perusahaan Konglomerat Anthoni Salim Raup Laba Rp215 Miliar
- Kemenlu Fasilitasi Ekspor Perdana Produk UMKM Singkawang ke Malaysia
- Pelaku Industri Digital Minta Regulasi Perlindungan Data Pribadi Segera Terbit
Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan mengungkapkan perusahaan melakukan berbagai efisiensi untuk dapat mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol.
“Hal ini sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah pada kuartal II dan III Tahun 2020,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 30 Maret 2021.
Emiten pelat merah ini juga membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp41,63 miliar sepanjang 2020. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan dengan realisasi tahun 2019, saat perseroan mencetak laba tahun berjalan Rp2,07 triliun.
Catatan tersebut membuat laba bersih JSMR pada 2020 menjadi Rp501,05 miliar atau menciut 77,30% yoy dari tahun 2019 sebesar Rp2,21 triliun. Laba per saham (earning per share/EPS) JSMR per akhir Desember 2020 juga berubah menjadi Rp69,04 dari periode sebelumnya Rp304,10.
Meski demikian, JSMR berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp8,35 triliun sepanjang 2020. Angka ini menyusut 58,04% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp19,90 triliun.
Mengempisnya beban pokok diakibatkan oleh penurunan yang signifikan sebesar 73,35% pada beban konstruksi JSMR secara tahunan dari Rp15,27 triliun menjadi Rp4,07 triliun.
Jumlah liabilitas jangka pendek JSMR juga menurun signifikan secara tahunan dari Rp41,53 triliun pada 2019, menjadi Rp14,93 triliun pada tahun lalu. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang justru meningkat dari Rp34,97 triliun menjadi Rp64,38 triliun.
Dengan demikian, total liabilitas atau kewajiban perseroan naik tipis sebesar 3,67% yoy menjadi Rp79,31 triliun pada tahun lalu dari Rp76,50 triliun pada tahun 2019. Adapun total ekuitas SJMR sepanjang 2020 senilai Rp24,78 triliun atau naik 6,86% yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp23,19 triliun.
Total aset perseroan per 31 Desember 2020 mencapai Rp104,09 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 4,42% secara tahunan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan aset perseroan pada 2019 dengan nilai Rp99,68 triliun.
“Penambahan aset seiring dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru milik Jasa Marga pada tahun 2020,” kata Agus.
