Nasional

Stabilitas Ekonomi Dorong Indonesia Jadi Primadona Investor

  • Indonesia tawarkan peluang investasi yang signifikan berkat stabilitas ekonominya, kebijakan pemerintah yang mendukung, serta potensi pasar domestik yang besar.
<p>Wisma BNI 46 menjadi simbol gedung-gedung pencakar langit di Jakarta / Shutterstock</p>

Wisma BNI 46 menjadi simbol gedung-gedung pencakar langit di Jakarta / Shutterstock

(Istimewa)

JAKARTA – Indonesia dinilai semakin menarik perhatian investor global, baik dalam hal investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) maupun pasar modal.

Hal ini diungkapkan oleh Cluster CEO Indonesia dan ASEAN Markets di Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro, di Jakarta. Menurut Rino, Indonesia menawarkan peluang investasi yang signifikan berkat stabilitas ekonominya, kebijakan pemerintah yang mendukung, serta potensi pasar domestik yang besar.

“Indonesia kan spotlight buat global investors, baik (dalam hal) foreign direct investors/FDI (investasi asing langsung) maupun juga capital market (pasar modal) atau equity investors (investor ekuitas),”  ujar Rino, dikutip Jumat 17 Mei 2024.

Rino menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang stabil dan pro-investasi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia telah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi. 

Upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur, mempermudah proses perizinan, dan memperkuat kerangka regulasi telah memberikan kepercayaan kepada para investor asing.

Reformasi struktural yang dilakukan oleh pemerintah tersebut telah membuat Indonesia lebih menarik bagi investor. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing negara tetapi juga mempermudah investor dalam melakukan bisnis di Indonesia.

Potensi Pasar Modal

Selain FDI, pasar modal Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. 

Menurut Rino, peningkatan partisipasi investor domestik serta minat yang tinggi dari investor asing telah mendorong performa pasar modal Indonesia. 

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam partisipasi investor ritel dan institusi dalam pasar saham Indonesia. indikator tersebut adalah tanda positif bahwa pasar modal kita semakin matang dan dipercaya,” katanya.

Rino juga mencatat bahwa ada peningkatan minat pada investasi hijau dan berkelanjutan di Indonesia. 

Banyak investor global yang kini mencari peluang untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial. 

Laporan terbaru berjudul "The Southeast Asia’s Green Economy 2024" yang diterbitkan oleh Standard Chartered mengungkapkan bahwa investasi ramah lingkungan swasta di Indonesia meningkat sebesar 28% pada tahun 2023. 

Pertumbuhan ini menjadikan Indonesia sebagai penerima investasi hijau terbesar di Asia Tenggara. 

Laporan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan investasi ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan peran pentingnya dalam menarik minat investor global yang berfokus pada inisiatif lingkungan.

Dengan semua faktor positif ini, prospek masa depan investasi di Indonesia tampak cerah. 

Rino optimis bahwa tren ini akan terus berlanjut dan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan ASEAN.