Nasional

Kementerian PUPR Hadirkan Rusun Sekelas Apartemen untuk ASN Yogyakarta

  • Pembangunan rusun ini akan menghabiskan anggaran Rp52,96 miliar. Ada pun, spesifikasi rusun untuk ASN ini bertipe 45 dan akan dibangun 6 lantai.

<p>Tampak rumah susun (rusun) bagi aparatur sipil negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta. (Foto: Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)</p>

Tampak rumah susun (rusun) bagi aparatur sipil negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta. (Foto: Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)

(Istimewa)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut melakukan pembangunan rumah susun (rusun) bagi aparatur sipil negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta.

Pembangunan rusun ini akan menghabiskan anggaran Rp52,96 miliar. Ada pun, spesifikasi rusun untuk ASN ini bertipe 45 dan akan dibangun 6 lantai.

“Rusun bagi ASN sekarang ini dibangun dengan material yang baik dan desain sekelas apartemen, jadi tidak hanya sekedar layak namun nyaman untuk dihuni,” ujar Direktur Jenderal Perumahan, Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat meninjau ke lokasi, Senin, 7 Juni 2021.

Menurut Khalawi, pembangunan hunian vertikal ini tidak hanya sebagai sarana hunian bagi ASN. Rusun ini juga menepis stigma rumah dinas yang punya desain old-fashioned dan kurang nyaman untuk ditinggali.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III Mochamad Mulya Permana mengatakan pembangunan rusun saat ini sudah mencapai 92,41%. Pihaknya menargetkan pembangunan dapat selesai sebelum akhir Juli tahun ini.

“Program pembangunan rusun ASN yang direncanakan selesai bulan Juli ini hanya tinggal menunggu proses finishing dan melengkapi meubelair-nya saja,” terangnya.

Pembangunan rusun ASN di Maluku Utara

Kementerian PUPR juga memulai pembangunan rumah susun untuk ASN Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara. Rusun ini bertinggi 3 lantai dengan biaya pembangunan senilai Rp21,6 miliar.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Maluku Yonnes Yubilia Biring mengatakan rusun ini berlokasi di Jalan Raya Sultan Nuku, Kota Tidore Kepulauan. Lalu, kontraktor pelaksana adalah PT Rhino Perkasa dan konsultan manajemen konstruksi PT Estik Griya Konsultan.

“Rusun ini dibangun tiga lantai dengan rincian lantai 1 sebanyak 12 unit. Sedangkan di lantai 2 dan 3 masing-masing 16 unit jadi totalnya ada 44 unit hunian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 7 Juni 2021.

Yonnes mengatakan pembangunan diperkirakan selesai dalam 300 hari atau mulai 21 Januari 2021 dan selesai pada 21 November 2021. (RCS)