IMF Prediksi PDB Indonesia Jadi 5,4% di 2022 dan 6% di 2023
- Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan Article IV Consultation tahun 2021 yang dirilis hari ini menilai PDB Indonesia akan menguat selama 2022-2023. Staf IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB mencapai 5,4 persen di tahun 2022 dan 6 persen di tahun 2023

Yosi Winosa
Author


Sumber: Aseanop.com
(Istimewa)JAKARTA -Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan Article IV Consultation tahun 2021 yang dirilis hari ini menilai PDB Indonesia akan menguat selama 2022-2023.
Staf IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB mencapai 5,4 persen di tahun 2022 dan 6 persen di tahun 2023, didukung oleh harga komoditas global, pelonggaran PPKM dan peningkatan mobilitas dan kepercayaan diri masyarakat seiring dengan meluasnya program vaksinasi ke daerah-daerah yang lebih terpencil.
Dari sisi moneter, Dewan Direktur IMF mendukung komitmen otoritas kebijakan moneter untuk berada ahead of the curve dengan tetap memerhatikan tingkat inflasi serta upaya otoritas untuk mendorong pendalaman dan inklusi pasar keuangan. Khususnya melalui digitalisasi dan langkah-langkah untuk mengurangi asimetri informasi, melalui pembagian informasi kredit, yang seharusnya mendukung pemulihan pasar kredit.
“Mendorong pihak berwenang untuk mengakhiri pembelian oleh bank sentral pasar primer dan agar kebijakan suku bunga bisa memberikan sinyal yang lebih jelas tentang sikap moneter, serta pentingnya peran fleksibilitas nilai tukar dalam menyerap guncangan,” tulis laporan IMF seperti dikutip Rabu, 23 Maret 2023.
- Tambah Modal Kerja Pembiayaan, WOM Finance Tawarkan Obligasi Rp800 Miliar
- Dari Investasi Kripto, Pria Berusia 23 Tahun Bisa Membeli Apartemen Senilai Rp4,5 Miliar
- Rupiah Digital Siap Diluncurkan, Apakah Kripto Menjadi Sah sebagai Alat Transaksi?
Dari sisi fiskal, para direksi IMF mengapresiasi komitmen pemeirntah untuk memulihkan pagu defisit anggaran PDB ke level 3 sebelum pandemi atau sebesar 3% pada tahun 2023. Hal ini dinilai akan meningkatkan kredibilitas dan keberlanjutan kerangka kerja fiskal.
Direksi mendukung rencana pihak berwenang untuk mengembangkan strategi pendapatan jangka menengah untuk membiayai pengeluaran prioritas tinggi yang penting untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia. Penghematan dari reformasi subsidi energi juga dapat digunakan untuk memperkuat jaring pengaman sosial.
Proyeksi positif IMF tersebut sejalan dengan hasil asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan momentum perbaikan ekonomi nasional akan berlanjut pada 2022. Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Sinergi kebijakan dengan otoritas terkait terus dilakukan, khususnya dalam rangka akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif, dan upaya mendorong peningkatan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas.





Rizky C. Septania
Editor
