Nasional & Internasional

Sumbang Rp5,7 Triliun, SRC Ajak Masyarakat Kembali Belanja ke Toko Kelontong

  • PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) melalui SRC Indonesia yang merupakan toko kelontong masa kini, menyelenggarakan kampanye #KembaliKeKelontong.

JAKARTA – PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) melalui SRC Indonesia yang merupakan toko kelontong masa kini, menyelenggarakan kampanye #KembaliKeKelontong.

Direktur PT SRCIS Rima Tanago mengungkapkan, kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar kembali berbelanja di toko kelontong. Menurutnya, saat ini berbelanja lebih mudah dan efisien dengan dukungan teknologi.

Selain itu, kampanye ini diharapkan dapat menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Disebutkan, selama ini kontribusi komoditas UMKM toko kelontong SRC dari seluruh Indonesia mencapai Rp5,7 triliun per tahun. Jumlah ini setara dengan 0,24% nilai UMKM nasional pada 2019.

“Kampanye #KembaliKeKelontong adalah bagian dari kampanye sebelumnya #DekatBerdampak. Momentum ini bertepatan dengan hari Ulang Tahun SRC yang ke-13 sehingga semangatnya mendorong masyarakat untuk bergerak maju,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Mei 2021.

Bangun Aplikasi AYO Kelontong
Ilustrasi jual beli di Toko Kelontong Sampoerna Retail Community (SRC) / Dok. SRC

Rima menjelaskan, di usia ke -13 ini SRC senantiasa melakukan inovasi melalui dukungan teknologi, yaitu aplikasi AYO Kelontong. Ia bilang, aplikasi tersebut memungkinkan seluruh masyarakat dapat terkoneksi dengan seluruh jaringan SRC yang ada di Indonesia.

Adapun fitur AYO Kelontong antara lain, pesan antar, tantangan, main bareng, kupon, voucer, dan sebagainya.

Di samping itu, SRC juga menghadirkan tas belanja yang dikreasikan oleh Hari Merdeka, ilustrator Indonesia yang giat mengangkat tema Indonesia dalam karya-karyanya.

Tas belanja tersebut, lanjutnya, merepresentasikan perjalanan SRC selama 13 tahun berkontribusi untuk Indonesia. Tas memiliki filosofi yang kuat dan merupakan ikon dalam berbelanja.

Layaknya tas, terang Rima, SRC adalah wadah yang membawa industri toko kelontong ke arah yang lebih baik, secara ekonomi maupun sosial.

“Inilah yang menjadi landasan kami memilih tas sebagai simbol transformasi dan kolaborasi SRC. Tas adalah bagian tidak terpisahkan dari industri toko kelontong,” tambahnya.

Ia meyakini, keberadaan tas yang kekinian dapat mendorong semangat para pedagang kelontong dan masyarakat untuk terus berkarya.

Rangkaian Kegiatan SRC
Pedagang pemilik toko SRC berbincang di sela – sela acara Festival SRC Indonesia yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Untuk mendukung kampanye #KembaliKeKelontong, SRC pun melakukan serangkaian kegiatan yang diikuti oleh mitra SRC Indonesia dan masyarakat umum, seperti “Kembali Ke Kelontong Talkshow” pada 29 Mei 2021.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, dan Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Destry Anna Sari.

Diskusi yang disiarkan lewat platform Youtube SRC ini memberikan gambaran tentang pentingnya usaha lokal, seperti toko kelontong terhadap kelangsungan industri UMKM di Indonesia.

“Melalui rangkaian aktivitas tersebut, kami berharap dapat membangkitkan semua pihak untuk berkembang lebih maju sehingga dapat menciptakan ekonomi mandiri dan sejahtera,” ujarnya. (SKO)