Nasional & Internasional

Pembatasan Karena Pandemi Melonggar, Penjualan H&M Melonjak

  • Retail fesyen asal Swedia, H&M mencatatkan kinerja positif pada kuartal II-2021. Penjualan H&M mengalami lonjakan dari bulan Maret hingga Mei.

JAKARTA – Retail fesyen asal Swedia, H&M mencatatkan kinerja positif pada kuartal II-2021. Penjualan H&M mengalami lonjakan dari bulan Maret hingga Mei.

Retail fesyen terbesar kedua dunia ini melaporkan kenaikan penjualan sebanyak 62% year on year (YoY) atau senilai US$5,59 miliar.

Menguatnya kinerja penjualan H&M disebabkan lantaran pembatasan masa pandemi di sejumlah negara melonggar. Selain itu, transaksi jual beli lewat online juga menyumbang pemasukan untuk H&M.

“Penjualan online terus berkembang dengan sangat baik, bahkan setelah toko dibuka. Ini menunjukkan bahwa pelanggan menghargai koleksi dan dapat berbelanja melalui saluran pilihan mereka,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip TrenAsia.com dari Reuters pada Rabu, 16 Juni 2021.

Meski begitu, nilai ini belum sepenuhnya kembali seperti dua tahun lalu dimana pandemi belum melanda dunia. Dibanding dengan masa pra-pandemi, penjualan tahun ini masih turun 19%.

Belum pulihnya penjualan H&M seperti masa pra pandemi disinyalir lantaran sebagian besar toko di Jerman dan Prancis belum dibuka hingga saat ini.

Meski begitu, H&M tetap optimis bisnisnya akan kembali lancar usai vaksinasi rampung digelar di negara-negara tersebut.

“Karena semakin banyak orang yang divaksinasi, sejumlah pasar secara bertahap memungkinkan toko dibuka kembali dan pemulihan kuat grup H&M berlanjut,” tambahnya.

Memasuki paruh pertama Juni, penjualan H&M mulai terlihat membaik dengan mencatatkan kenaikan sebesar 35% dibanding bulan sebelumnya. Selain itu, jika dibandingkan dengan periode sama pada masa pra-pandemi, terjadi kenaikan sebesar 2%.(RCS)