IHSG Berpotensi Menguat Usai Aksi Capital Outflow, Cermati Saham MAIN, MEDC, dan MNCN
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2021. Namun, sejumlah analis menilai indeks komposit...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2021. Namun, sejumlah analis menilai indeks komposit berpotensi mengalami penguatan pada akhir sesi perdagangan nanti.
Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan IHSG membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan whipsaw moving average 20 dan 50 hari. Namun, indikator stochastic bergerak terkonsolidasi dengan MACD yang bergerak bearish.
“IHSG berpotensi mencoba menguat dan kembali di level psikologisnya pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 5.978 – 6.031,” kata dia melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Selasa, 22 Juni 2021.
- IHSG Berpotensi Menguat Usai Aksi Capital Outflow, Cermati Saham MAIN, MEDC, dan MNCN
- Hippindo Dukung Mal Tutup Pukul 8 Malam, Tapi Ada Dampak Ekonominya
- Sri Mulyani Jengkel Pemda Lelet Serap Anggaran, Pemulihan COVID-19 Ikut Terhambat
Dengan analisis tersebut, Lanjar merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya layak untuk dicermati secara teknikal. Antara lain ASII, BBNI, BBTN, CTRA, ICBP, JPFA, MAIN, MEDC, SMRA, UNVR, dan WIKA.
Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto melihat adanya indikasi positif pada pola gerak IHSG hari ini. Di mana, indeks kembali membentuk long tail hammer sekaligus mempertahankan level support 5.947.
“Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang 5.947 sampai dengan 6.114,” papar William.
Ia turut membagikan menu-menu saham yang menurutnya dapat disimak sebagai pertimbangan para investor. Adapun empat saham unggulannya yakni EXCL, MAIN, MIKA, serta MNCN.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,18% menuju level 5.996,25 pada perdagangan Senin, 21 Juni 2021. Dalam sehari, tercatat ada 177 saham menguat, 345 saham terkoreksi, dan 117 saham lainnya ditutup stagnan.
Beberapa faktor yang menyebabkan IHSG tersungkur pada awal sesi yakni di antaranya aksi capital outflow investor asing menyikapi langkah The Fed dalam prospek pengetatan kebijakan.
Kemudian, adanya respons investor dalam rencana Bank Indonesia dalam pembobotan indeks, hingga kasus COVID-19 di Indonesia yang meningkat tajam turut menjadi sentimen negatif pasar. (LRD)
