Ditarget Rampung Juli 2021, Hutama Karya Bangun Simpang Susun di Tol Surabaya-Gresik
- JAKARTA – Emiten konstruksi PT Hutama Karya (Persero) bakal membangun proyek simpang susun pada ruas Jalan Tol Surabaya-Gresik. Pembangunan ini ditargetkan...

wahyudatun nisa
Author
JAKARTA – Emiten konstruksi PT Hutama Karya (Persero) bakal membangun proyek simpang susun pada ruas Jalan Tol Surabaya-Gresik. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Juli 2021.
Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias Nurendra mengatakan bahwa Hutama Karya mengaku optimistis proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Pasalnya, perseroan menggunakan sejumlah metode untuk mengakselerasi penyelesaian proyek tersebut.
Dia menyebutkan misalnya, penambahan jumlah alat untuk pekerjaan pemancangan dan erection grider serta pembagian zona area kerja yang merata.
- Setelah Merger, BRI Syariah Bidik Aset Rp390 Triliun Kalahkan BTN di Posisi 5 Bank Terbesar
- Pasar Ekspor Industri Furniture Menggeliat, Permintaan Domestik Justru Turun Dimasa Pandemi
- IHSG Lanjut Reli Saat BI Rate Tetap 4 Persen dan BRIS Resmi Merger
- Lagi, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4 Persen
- Pelonggaran PSBB Tidak Angkat Ekonomi Secara Signifikan
“Dalam proyek ini, kami akan menggarap bagian pekerjaan interchange (jembatan). Akan ada dua jalur main road interchange dalam Modifikasi Simpang Susun Romokalisari dengan masing-masing jalur sepanjang 0,7 kilometer (km),” kata Novias dalam siaran pers yang dikutip Selasa, 13 Oktober 2020.
Proyek ini berlokasi di Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pembangunan infrastruktur ini merupakan penambahan lingkup dari proyek Jalan Tol Surabaya-Gresik milik PT Margabumi Matraraya.
Menurutnya, hadirnya jembatan tersebut bakal mempermudah dan mempercepat akses menuju JLLB (Jalan Lingkar Luar Barat) dan Terminal Teluk Lamong. Infrastruktur ini juga menjadi akses utama menuju Stadion Bung Tomo yang akan menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia U20 di 2021.
Keberadaan jembatan ini juga dinilai dapat mendukung peningkatan dan kelancaran perekonomian di Wilayah Surabaya Barat dan sekitarnya. Diharapkan, proyek ini juga dapat memperlancar arus distribusi serta menurunkan biaya logistik barang dan jasa antar wilayah di Jawa Timur.
Sebelumnya, BUMN Karya ini juga kerap mengerjakan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jembatan khususnya di jalan tol. Proyek itu antara lain pembangunan Jembatan Youtefa di Papua, mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera, dan Jembatan Pulau Balang II di Kalimantan Timur.
“Meski di tengah pandemi, kami membuktikan bahwa perusahaan tetap bekerja sebaik mungkin untuk menghubungkan kebaikan di Nusantara,” tutur dia.
