Daripada Dijual, China Pilih TikTok ditutup di Amerika
BEIJING- China menentang penjualan paksa operasi TikTok di Amerika oleh pemiliknya asal China, ByteDance, dan memilih aplikasi video singkat itu ditutup di negara Paman Sam tersebut. ByteDance telah dalam pembicaraan untuk menjual bisnis TikTok di AS kepada pembeli potensial, termasuk Microsoft dan Oracle, sejak presiden AS Donald Trump mengancam untuk memblokir layanan tersebut jika tidak […]

AZ
Author


BEIJING- China menentang penjualan paksa operasi TikTok di Amerika oleh pemiliknya asal China, ByteDance, dan memilih aplikasi video singkat itu ditutup di negara Paman Sam tersebut.
ByteDance telah dalam pembicaraan untuk menjual bisnis TikTok di AS kepada pembeli potensial, termasuk Microsoft dan Oracle, sejak presiden AS Donald Trump mengancam untuk memblokir layanan tersebut jika tidak dijual.
Trump telah memberi ByteDance tenggat waktu hingga 15 September untuk menyelesaikan kesepakatan.
- Gandeng Pengembang Asal Singapura, Bumi Serpong Damai Bakal Garap Proyek TOD di Tangerang
- Daripada Dijual, China Pilih TikTok ditutup di Amerika
- Indonesia Batalkan Pengajuan Jadi Tuan Rumah Turnamen Badminton Seri Asia
- Sebelum Diumumkan, Ojol Sudah Tahu Tetap Boleh Beroperasi Saat PSBB
- Langgar Protokol Kesehatan, Sanksi Lebih Berat Menanti
Reuters mengutip sumber di China mengatakan pejabat China yakin penjualan paksa akan membuat ByteDance dan China tampak lemah dalam menghadapi tekanan dari Washington.
ByteDance dalam sebuah pernyataan mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah China tidak pernah menyarankan untuk harus menutup TikTok di AS atau di negara lain mana pun.
Dua sumber mengatakan China menggunakan kebijakan ekspor teknologi, yang dibuat pada 28 Agustus, untuk menunda kesepakatan apa pun yang dicapai oleh ByteDance, jika perlu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan bahwa AS menyalahgunakan konsep keamanan nasional, dan mendesaknya untuk berhenti menindas perusahaan asing
