Mengejutkan, Militer Azerbaijan Mengubah Pesawat Kuno Era Soviet Jadi Drone
- BAKU- Pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan meletus lagi atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh. Selama fase baru konflik, beberapa...

AZ
Author
BAKU- Pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan meletus lagi atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh. Selama fase baru konflik, beberapa pesawat pertanian biplan An-2 era Soviet ditembak jatuh di atas garis depan.
An-2 adalah pesawat pertanian kuno yang pertama kali terbang pada tahun 1947, saat Uni Soviet membangun kembali setelah kerusuhan Perang Dunia II. Dan kemunculan aktif pesawat jenis ini di medan perang benar-benar mengejutkan banyak orang.
Baru kemudian diketahui bahwa Azerbaijan menggunakan pesawat ini untuk mengidentifikasi posisi pertahanan udara musuh.
- Demokrat dan PKS Tolak RUU Cipta Kerja, AHY: Jangan Gagal Fokus
- BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah Keciptratan Dana PEN Rp3 Triliun
- WhatsApp Ciptakan 4 Fitur Baru, Salah Satunya “Always Mute”
- Malam Minggu Pukul 22.50 WIB, Pemerintah-DPR Resmi Sepakati 7 Poin Utama RUU Cipta Kerja, Buruh Kecele Lagi
- Mengejutkan, Militer Azerbaijan Mengubah Pesawat Kuno Era Soviet Jadi Drone
Militer Azerbaijan telah mengubah pesawat tua ini menjadi kendaraan udara tak berawak. Peralatan khusus menggantikan pilot manusia di kokpit pesawat, menggantikan kru dengan kit yang hanya membutuhkan waktu singkat untuk dipasang.
Kementerian Pertahanan Armenia juga memposting beberapa video yang menunjukkan serangan terhadap AN-2 Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
Pada saat yang sama, citra satelit baru menunjukkan Azerbaijan mengerahkan lebih dari 50 pesawat biplan An-2 ke bandara Yevlakh.
Pertempuran telah berlangsung enam hari. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev memerintahkan darurat militer diberlakukan di beberapa wilayah negara itu dan menyerukan jam malam di kota-kota besar.
Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada bangsa itu, Aliyev mengatakan bahwa “ada korban di antara pasukan Azerbaijan dan penduduk sipil akibat pemboman Armenia,” tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Dia juga mengklaim bahwa banyak unit peralatan militer musuh telah dihancurkan.
