Restrukturisasi Air Asia Dapat Restu Dari Pemegang Saham
Pemegang saham Air Asia telah menyetujui restrukturisasi utang maskapai low cost carrier ini. Menurut para pemegang saham, restrukturisasi utang merupakan skema yang cocok bagi Air Asia untuk tetap bertahan hidup.

Rizky C. Septania
Author


jet penumpang AirAsia X Airbus A340 tiba dalam penerbangan perdananya dari Kuala Lumpur ke Bandara Orly Paris pada 14 Februari 2011 ini. REUTERS/Charles Platiau
(Istimewa)Pemegang saham Air Asia telah menyetujui restrukturisasi utang maskapai low cost carrier ini. Menurut para pemegang saham, restrukturisasi utang merupakan skema yang cocok bagi Air Asia untuk tetap bertahan hidup.
Pemegang saham penerbangan jarak jauh AirAsia Group menyetujui resolusi yang diberikan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) beberapa waktu lalu, termasuk right issue dan pembelian saham bagi investor baru.
Langkah ini nantinya akan memungkinkan AirAsia mengumpulkan dana sebanyak 500 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp1,7 triliun (Asumsi kurs Rp3.400 per Ringgit Malaysia)
Dalam sebuah pernyataan terpisah, AirAsia mengatakan bahwa resolusi tersebut disahkan dengan setidaknya 99,8% margin.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
“Persetujuan ini telah diperoleh secara bersamaan dengan negosiasi akhir yang diadakan dengan kreditur,” kata perwakilan AirAsia seperti dikutip dari Reuters Sabtu, 5 Juni 2021.
Sebelumnya, pada Oktober lalu AirAsia telah mengusulkan restrukturisasi utang senilai 64,15 miliar Ringgit Malaysia atau sekitar Rp221 triliun menjadi 200 juta ringgit atau setara Rp690 miliar dan sisanya dibebaskan.
Pada bulan Februari lalu, Pegadilan Malaysia Juga telah memberikan izin kepada maskapai untuk mengadakan pertemuan terpisah dengan kelompok kreditur yang berbeda dalam waktu enam bulan, untuk memberikan suara pada skemanya. (RCS)
