Ini Penyebab Kerugian J Resources (PSAB) Naik 263,17 Persen
- JAKARTA – Emiten pertambangan mineral, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat kinerja yang kurang memuaskan pada kuartal III-2021. Kendati penjualan na

Drean Muhyil Ihsan
Author


JAKARTA – Emiten pertambangan mineral, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat kinerja yang kurang memuaskan pada kuartal III-2021. Kendati penjualan naik, perseroan mesti menelan pil pahit kerugian yang semakin dalam pada sembilan bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan membukukan penjualan sebesar US$191,78 juta atau setara Rp2,78 triliun (kurs tengah BI yang digunakan PSAB, yakni Rp14.493 per dolar Amerika Serikat) per 30 September 2021.
Nilai tersebut naik 3,44% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar US$185,40 juta atau sekira Rp2,69 triliun.
Meskipun berhasil meningkatkan penjualan, rugi bersih perseroan pada triwulan ketiga tahun ini justru bertambah hingga 263,17% yoy menjadi US$15,91 juta atau sebesar Rp230,60 miliar dari US$4,38 juta atau setara Rp63,50 miliar pada akhir September 2020.
- Bangun Pabrik Rokok IQOS, HM Sampoerna Realisasikan Investasi Rp2,4 Triliun
- 76 Perusahaan Pinjol Gulung Tikar, AFPI Tetap Pede
- Dituntut Uang Pesangon Rp40 Juta oleh Mantan Karyawan, Ini Kata Bank Mega
Tingginya kerugian yang ditelan perseroan disinyalir akibat beban pokok penjualan yang menebal hingga 48,75% secara tahunan dari US$76,51 juta pada kuartal III-2020, menjadi US$113,81 juta di kuartal III-2021.
Perseroan juga mencatatkan rugi penjualan dan penghapusan aset tetap sebesar US$34,16 juta pada periode Januari – September 2021. Di mana, pos ini tidak ditemukan pada periode yang sama tahun lalu.
Pada akhir sesi perdagangan Senin, 6 Desember 2021, saham PSAB ditutup koreksi 0,68% ke level harga Rp146 per lembar. Dalam sehari, saham PSAB bergerak pada rentang Rp143 – Rp150 per lembar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp3,86 triliun.

Rizky C. Septania
Editor
