Korporasi

Di Tengah Pandemi, Tambang Batu Bara ITMG Raup Pendapatan Bersih Rp16,59 Triliun

  • Di tengah situasi pandemi, emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih meraup pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 hingga US$1,19 miliar, atau setara Rp16,59 triliun.

<p>Ilustrasi pertambangan batu bara. / Pixabay</p>

Ilustrasi pertambangan batu bara. / Pixabay

(Istimewa)

JAKARTA – Di tengah situasi pandemi, emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih meraup pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 hingga US$1,19 miliar, atau setara Rp16,59 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar Amerika Serikat).

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), angka tersebut anjlok 30,71% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$1,72 miliar atau Rp24,02 triliun. Padahal, beban penjualan perseroan berhasil ditekan menjadi Rp1,05 triliun pada 2020, dari Rp1,63 triliun di tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan ITMG menyusut secara tahunan dari Rp19,44 triliun menjadi Rp13,81 triliun diikuti oleh penurunan beban umum dan administrasi dari Rp414,33 miliar menjadi Rp281,93 miliar. Namun, beban keuangan naik menjadi Rp48,62 miliar dari Rp20,97 miliar.

Dengan catatan itu, laba bersih perseroan anjlok mencapai 74% yoy dari Rp1,84 triliun menjadi hanya Rp466,03 miliar. Sedangkan, laba tahun berjalan juga jatuh hingga 70% yoy dari Rp1,77 triliun menjadi Rp529,59 miliar.

Total liabilitas jangka panjang ITMG naik dari Rp1,28 triliun pada 2019, menjadi Rp1,47 triliun pada tahun lalu. Kemudian, jumlah liabilitas jangka pendek perseroan turun dari Rp3,27 triliun menjadi Rp2,90 triliun.

Adapun akumulasi liabilitas perseroan pada tahun 2020 menyusut 3,92% yoy menjadi Rp4,37 triliun dari Rp4,54 triliun. Di sisi lain, ekuitas ITMG mengalami penurunan sebesar 4,51% secara tahunan dari Rp12,38 triliun menjadi Rp11,85 triliun.

Kendati mengalami penurunan pendapatan hingga laba, kas dan setara kas perseroan menebal 45,38% yoy dari Rp2,23 triliun pada 2019, menjadi Rp3,24 triliun pada tahun lalu. Sementara, aset ITMG sedikit menipis menjadi Rp16,22 triliun pada 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp16,93 triliun.

Di pasar modal, saham ITMG terkoreksi 3,91% sebesar 500 poin dan ditutup pada level Rp12.275 per lembar saham pada perdagangan sesi kedua, Selasa 23 Februari 2021. Pada akhir 2020, laba per saham (EPS) ITMG menciut dari Rp1.680 per lembar menjadi Rp560. (SKO)