Nasional & Internasional

Isu Lingkungan, Tesla Tak Lagi Terima Pembayaran Pakai Bitcoin

  • Pelopor kendaraan elektrik Tesla menghentikan transaksi penjualan dengan menggunakan bitcoin.

JAKARTA – Pelopor kendaraan elektrik Tesla menghentikan transaksi penjualan dengan menggunakan bitcoin.

Hal ini diumumkan oleh CEO Tesla, Elon Musk lewat kicauan yang dikirimkan lewat akun Twitternya.

Musk mengatakan penghentian transaksi menggunakan bitcoin berkaitan dengan eksploitasi sumber bahan bakar fosil yakni batu bara yang digunakan untuk menambang mata uang digital ini.

“Kami prihatin dengan peningkatan penggunaan bahan bakar fosil untuk menambang bitcoin, terutama batu bara yang punya emisi buruk dari bahan bakar apapun,” tulis Elon Musk di akun Twitternya.

Meski begitu, Ia masih berpendapat bahwa mata uang kripto merupakan ide yang bagus serta punya masa depan menjanjikan. Dengan catatan, tidak memberi dampak besar dalam artian negatif bagi lingkungan.

Penangguhan penggunaan bitcoin untuk transaksi Tesla menjadibperhatian banyak pihak. Pasalnya, pada Februari lalu Tesla membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar .

Pada kuartal pertama, Tesla melaporkan telah menjual 10% bitcoinnya untuk memguji likuiditas pasar. Dari penjualan tersebut, Tesla mraup keuntungan US$100 juta atau sekitar..

Meski begitu, Musk mengatakan Ia tak akan menjual sisa bitcoin miliknya. Mengutip Marketwatch pada Jumat 14 Mei 2021, bitcoin bakal digunakan lagi jika penambangan dilakukan menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.

Saham Tesla dan Harga Bitcoin Turun

Setelah mengumumkan penangguhan oembayaran dengan bitcoin, Saham Tesla dilaporkan turun.

Penurunan juga terjadi pada harga bitcoin. Sebelum mengumumkan penanggihan via Twitter, bitcoin berada pada harga US$54.000.

Pasca pengumuman, harga bitcoin menjadi US$50.000 per keping arau turun sekitar 14 persen.

Sedangkan Tesla mencatatkan penurunan saham sebanyak 1,3 persen.(RCS)