Kenaikan Biaya Hidup Bikin Angka Perjudian Warga Inggris Ikut Meningkat
- Uang yang didapat dari hasil judi disebut digunakan untuk menutup tagihan

Rizky C. Septania
Author


LONDON - Kenaikan biaya hidup di Inggris menyebabkan sebagian warganya berupaya mendapatkan uang lebih secara instan dengan cara berjudi. Uang yang didapat daari hasil judi disebut digunakan untuk menutup tagihan mereka.
Mengutip laporan dari badan amal Inggris, Gam Care, sebagian masyarakat Inggris yang melakukan judi untuk mendapat uang lebih secara instan ini percaya mereka hanya bisa membayar tagihan dengan cara ini.
Sayangnya, hal ini tak sesuai ekspektasi. ALih-alih membuat mereka berhasil membayar tagihan, mereka malah terjebak oleh krisis biaya hidup lebih dalam.
"Apa yang masih kami lihat adalah sebagian dari mereka yang paling terpukul oleh krisis biaya hidup adalah mereka yang mencari perjudian untuk meredakan kekhawatiran uang mereka," kata Anna Hemmings, kepala eksekutif GamCare.
Mengutip Reuters Rabu, 29 Maret 2023, penelitian mengenai korelasi biaya hidup dan perjudian ini dilakukan berdasarkan survey yang dilakukan YouGov terhadap lebih dari 4.000 orang.
- 5 Cara Memperpanjang Battery Life pada Ponsel Android Agar HP Tetap Awet
- Daftar Harga Tiket Konser Suga BTS di Jakarta, Termurah Rp1,3 Juta
- 3 Menu Makan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Sahur, Salah Satunya Mie Instan!
Survey dilaksanakan setelah regulator Inggris menyerahkan rekor denda 19,2 juta poundsterling atau Rp356 miliar (asumsi kurs Rp18.600 per Poundsterling) kepada kelompok taruhan William Hill yang dinilai gagal melindungi konsumen dan menghentikan pencucian uang.
Dalam jajak pendapat tersebut, YouGov menunjukkan ada kisaran 20% orang yang berjudi melakukan hal tersebut untuk berjuang membayar bahan makanan. Sedangkan 16% lainnya mengatakan mereka pergi ke tempat umum untuk menghindari membayar pemanas.
Menanggapi angka judi yang ikut naik seiring dengan kenaikan biaya hidup, Pemerintah Inggris berupaya memperketat aturan perjudian dalam beberapa tahun terakhir untuk mencegah kecanduan. Salah satu upaya yag dilakukan adalah dengan membatasi taruhan maksimal pada tempat judi dan melarang penggunaan kartu kredit untuk memasang taruhan.
Di perusahaan judi William Hill, banyak kegagalan ditemukan oleh Komisi Perjudian. Sebagai contoh, salah satu pelanggan menghabiskan 23.000 poundsterling (Rp427 juta) dalam 20 menit tanpa cek apa pun. Kemudian pelanggan lain diketahui kehilangan 14.900 poundsterling (Rp276 juta) dalam 70 menit.
GamCare mengatakan telah meluncurkan Layanan Bimbingan Uang baru untuk membantu orang-orang dengan masalah perjudian agar keuangan mereka kembali ke jalurnya.

Laila Ramdhini
Editor
