Jeff Bezos Twit-War dengan Pemerintah AS soal Harga BBM
- Pendiri Amazon Inc., Jeff Bezos menyindir pemerintah AS yang menuntut perusahaan pengisian bensin untuk menurunkan harga.

Fadel Surur
Author


WASHINGTON D.C. - Pendiri Amazon Inc., Jeff Bezos menyindir pemerintah AS yang menuntut perusahaan pengisian bensin untuk menurunkan harga.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden meminta perusahaan untuk menurunkan harga bensin di tengah perang dan konflik global melalui Twitter.
Ia menuntut agar harga diturunkan sama dengan biaya yang harus dibayar perusahaan untuk produk tersebut, seperti dikutip dari Reuters.
Sampai saat ini, harga bensin di AS telah melonjak rata-rata sampai US$5 atau setara Rp74.827,75 (asumsi kurs Rp14.965,55 per dolar AS) per galon (3,8 liter).
- SpaceX Kantongi Izin AS, Bisa Internetan di Dalam Pesawat dan Kapal Laut
- Harga Emas Antam Hari Ini Drop Rp2.000 per Gram
- Catat! Hari Ini Ada Layanan Keliling Penyesuaian Dokumen Kependudukan Imbas Perubahan Nama Jalan
“Aduh. Inflasi adalah masalah yang kurang penting bagi Gedung Putih sehingga pernyataan seperti ini terus dibuat. Entah itu salah arah atau kesalahpahaman mendalam tentang dinamika pasar dasar," ucap Bezos melalui Twitter setelah pengumuman Biden.
Sebagai balasan, pada hari Minggu, 3 Juni lalu, sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre membantah kritik Bezos juga melalui Twitter.
Ia menyebut harga minyak telah turun sekitar US$15 (Rp224.512) per barel (159 liter) pada bulan lalu, namun harga di stasiun pengisian belum juga diturunkan.
"Tapi saya kira tidak mengherankan jika Anda berpikir bahwa perusahaan minyak dan gas yang menggunakan kekuatan pasar untuk meraup rekor keuntungan dengan mengorbankan rakyat Amerika adalah cara ekonomi kita seharusnya bekerja," tulisnya di Twitter.
Orang terkaya ketiga di dunia itu telah bersitegang dengan pemerintahan Biden di masa lalu. Pada bulan Mei lalu, dia menuduh Biden menyesatkan publik dan menyalahkan pemerintahannya atas lonjakan inflasi.

Fakhri Rezy
Editor
