Dunia

Imbas Krisis Energi, Menara Eiffel Digelapkan Lebih Awal Demi Berhemat

  • Ikon kota cinta, Paris, Menara Eiffel dilaporkan bakal gelap lebih awal daripada biasanya sebagai imbas krisis energi yang saat ini menerpa Eropa.
eiffel-tower-3349075_960_720.jpg

PARIS - Ikon kota cinta, Paris, Menara Eiffel dilaporkan bakal gelap lebih awal daripada biasanya sebagai imbas krisis energi yang saat ini menerpa Eropa.

Biasanya, menara yang selesai dibangun pada 1889 ini dijadwalkan menyalakan lampu dari senja hingga pukul 01.00 dini hari. Sayangnya, pemerintah Kota Paris tampaknya akan mempersingkat waktu untuk mempercantik menara itu dengan lampu.

Mengutip The Guardian pada Senin, 12 September 2022, per minggu ini, Balai Kota Paris mengusulkan bahwa lampu Menara Eiffel agar dimatikan sejam lebih awal, yakni pukul 23.45 guna menghemat listrik. Waktu pemadaman listrik, merupakan jam biasanya pengunjung terakhir keluar dari menara.

Direktur manajemen menara, Jean-François Martins menyataka, meski pemadaman lebih awal ini hanya menghemat sedikit energi, ini bisa jadi simbol kepedulian terhadap energi.

"Ini adalah isyarat yang sangat simbolis - bagian dari kesadaran yang berkembang seputar ketenangan energi, " ujar Jean seperti dikutipTrenAsia.com.


Perlu diketahui, lampu mulai menghiasi menara pada 1889. Sekitar 20.000 bohlam yang menghiasi badan menara membuat bangunan yang dijuluki Iron Lady ini seolah mengekuarkan cahaya keemasan.

Jika dihitung lebih rinci, penggunaan listrik di malam hari pada Menara Eiffel, terutama untuk menghiasinya dengan lampu  hanga memakan 4% dari biaya listrik secara keseluruhan.


Perlu diketahui, tagihan energi di Eropa dikabarkan telah telah meroket. Perusahaan energi Gazprom Rusia yanv selama ini memasok gas alam, Gazprom juga dilaporkan telah berhenti mengirim gas alam ke utilitas Prancis Engie karena perselisihan pembayaran. Membawa sebagian negara Eropa mengalami krisis energi ketika musim dingin hampir tiba.

Karenanya, langkah pemadaman  ini dipandang sebagai cara untuk memberi contoh pengurangan penerangan kota secara umum karena negara-negara bersiap menghadapi musim dingin yang akan datang.

Paris bukan satu-satunya kota yang memperhatikan konsumsi energi. Di Jerman musim panas ini, sejumlah kota membatasi jumlah pemanas dan mematikan lampu untuk menghemat energi.

Kota besar lainnya di Perancis, Marseille misalnya yang dikabarkan akan mematikan lampu beberapa monumen seperti Istana Pharo mulai akhir September mendatang.