Elon Musk Bantu Sediakan Satelit Internet Starlink di Ukraina
- Elon Musk membantu menyediakan layanan internet berbasis satelit melalui perusahaan Starlink miliknya di Ukraina.

Fadel Surur
Author
KYIV - Miliarder dan pendiri SpaceX, Elon Musk membantu menyediakan layanan internet berbasis satelit melalui perusahaan Starlink miliknya di Ukraina.
Pada hari Senin, 28 Februari 2022, Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital, Mykhailo Fedorov, melaporkan melalui Twitter bahwa sebuah truk berisi terminal Starlink telah tiba di Ukraina, seperti dikutip TrenAsia.com dari CBS News pada 1 Maret 2022.
Starlink adalah jaringan satelit kecil yang dikembangkan SpaceX sejak 2018 untuk menyediakan akses internet broadband di seluruh dunia. Menurut situs webnya, layanan Starlink ideal digunakan di daerah-daerah terpencil dan daerah di mana layanan internet belum tersedia.
- Dibawa ke Medan Perang Ukraina, Pinokio Rusia Ini Bisa Hancurkan 8 Blok Kota
- Indika Energy (INDY) Lepas Seluruh Kepemilikan Saham di Petrosea
- IHSG Dibuka Melonjak hingga 1,49 Persen, Nyaris Tembus Level 7.000
Sebelumnya Fedorov mengajukan permintaan layanan internet dari satelit Starlink di negaranya yang tengah dikepung Rusia.
“Saat Anda mencoba menjajah Mars – Rusia sedang mencoba menjajah Ukraina! Saat roket Anda berhasil mendarat dari luar angkasa – roket-roket Rusia sedang menyerang warga sipil Ukraina!” tulis Fedorov melalui Twitter pada hari Sabtu, 26 Februari 2022.
Elon yang setuju membalas dengan mengatakan bahwa layanan Starlink telah aktif di Ukraina dan terminal Starlink lainnya sudah dalam perjalanan.
Pasukan Rusia yang menyerang telah menganggu infrastruktur internet di Ukraina. Hasilnya layanan internet tidak dapat digunakan dengan baik dan tidak stabil di beberapa bagian negara.
Bantuan ini diharapkan lebih dapat diandalkan daripada sistem berbasis darat yang saat ini tidak dapat digunakan di Ukraina.
Satu terminal Starlink berharga US$499 atau setara dengan Rp7,1 juta (asumsi kurs Rp14.340,00 per dollar Amerika Serikat). Baru-baru ini, Starlink digunakan untuk memulihkan komunikasi di desa-desa terpencil di kepulauan Tonga setelah letusan gunung berapi yang memicu tsunami.

Rizky C. Septania
Editor
