IMF: Pemulihan Ekonomi Bergantung Investasi Publik
- JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut pemerintah perlu meningkatkan rasio investasi publik untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Meski pandemi...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut pemerintah perlu meningkatkan rasio investasi publik untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Meski pandemi belum selesai, IMF mengingatkan pemulihan ekonomi akan membuhkan waktu dan tenaga ekstra.
Untuk itu, sejak sekarang pemerintah perlu merancang kebijakan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kegiatan ekonomi, dan memfasilitasi transformasi menuju ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan lebih hijau.
- Grup Bakrie: Genjot Produksi Emas 4.000 ton, Bumi Resources Minerals Right Issue Rp1,2 triliun
- Percepat Transformasi, Pemerintah Terapkan Budaya Korporasi pada Petani dan Nelayan
- Waskita Lunasi Pokok Obligasi Senilai Rp1,37 Triliun Tepat Waktu
- BI Terbitkan Penyempurnaan Ketentuan RIM/PLM bagi Bank
- Wika Beton Kantongi Kontrak Baru Rp2,62 Triliun Hingga Kuartal III-2020
“Sebelum COVID-19, rasio investasi publik terhadap produk domestik bruto (PDB) sudah menurun dan pertumbuhan infrastruktur pada akhirnya tidak memenuhi target,” tulis laporan survei IMF, dikutip dari laman resmi, Selasa, 6 Oktober 2020.
Survei yang dilakukan oleh ekonom Vitor Gaspar, Paolo Mauro, Catherine Pattillo, and Raphael Espinoza menyatakan peningkatan investasi publik terhadap PDB sebesar 1% berkontribusi sebanyak 2,7% dalam pemulihan ekonomi.
Selain itu juga akan meningkatkan investasi swasta sebesar 10% dan penambahan lapangan pekerjaan sejumlah 1,2%.
Meski begitu, kelompok ekonom IMF menggarisbawahi bahwasannya investasi publik harus memiliki kualitas yang baik. Sehingga beban utang publik dan swasta tidak justru menggerus potensi kontribusinya.
Dalam hitungan ekonom IMF, tiap US$1 juta yang digunakan untuk infrastruktur tradisioanal berpotensi menghasilkan 2 ampai 8 pekerjaan baru.
Sementara, per US$1 juta anggaran untuk penelitian dan pengembangan energi dan pembangunan ramah lingkungan akan menghasilkan 5 sampai 14 pekerjaan.
“Ini saat yang tepat untuk mulai menata ulang proyek-proyek yang tertunda karena pandemi.”
