Produk Asuransi yang Mungkin Terdampak Konflik Hamas Israel
- Konflik yang terjadi antara Hamas dan Israel baru-baru ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak termasuk industri asuransi. Perusahaan asuransi utama mungkin menaikkan premi mereka untuk mengimbangi biaya reasuransi yang lebih tinggi.

Rumpi Rahayu
Author


JAKARTA - Konflik yang terjadi antara Hamas dan Israel baru-baru ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak termasuk industri asuransi.
Perusahaan asuransi utama mungkin menaikkan premi mereka untuk mengimbangi biaya reasuransi yang lebih tinggi.
Dikutip TrenAsia.com dari laman Business Daily pada 17 Oktober 2023, berikut ini bagaimana konflik antara Hamas dan Israel mungkin mempengaruhi produk asuransi.
1. Premi Eksportir
Konflik di Israel dapat menyebabkan peningkatan risiko pada jalur pelayaran dan perdagangan, khususnya di Mediterania Timur. Hal ini dapat mengakibatkan premi asuransi laut yang lebih tinggi untuk pengiriman ke atau dari wilayah tersebut.
Pendiri dan CEO PolicX.com, Naval Goel, mengatakan bahwa Perusahaan Penjaminan Kredit Ekspor India Limited (ECGCI) harus membebankan premi yang lebih tinggi dari perusahaan-perusahaan yang melakukan pengiriman ke Israel karena risiko-risiko yang ada di pelabuhan-pelabuhan di negara tersebut.
- Kemenperin Siapkan Jurus Cegah Masifnya Keramik Impor
- Saingi Lamborghini dan Ferrari, China Luncurkan Pabrik Supercar Listrik
- Lindungi Keramik Dalam Negeri, Ini Strategi Kemenperin
“Biaya pengiriman ke negara-negara ini juga akan mengalami kenaikan. Jika situasi ini meluas hingga menyasar pelabuhan-pelabuhan Israel, premi akan meningkat lebih jauh, dan para eksportir juga dapat dibiarkan tanpa perlindungan asuransi. Premi yang lebih tinggi diterapkan untuk mengkompensasi kerugian di wilayah tertentu yang terpapar perang dan situasi yang tidak menentu,” ujar Naval Goel.
2. Premi Asuransi Perjalanan.
Premi asuransi perjalanan Anda ke daerah yang dilanda perang, dan negara-negara tetangga juga akan menjadi lebih mahal. Daerah-daerah ini dianggap sebagai daerah berisiko tinggi. Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan asuransi kesehatan mungkin menahan diri untuk tidak menawarkan rencana perjalanan.
Co-Founder dan Direktur Policy Ensure, Rahul M Mishra mengatakan meski mungkin mengalami peningkatan, ini hanya besifat sementara “Namun, dampaknya terhadap premi biasanya bersifat sementara dan mungkin akan kembali normal setelah situasi kembali stabil,” katanya.
3. Premi Polis Asuransi Kesehatan Global.
Premi polis asuransi kesehatan global dapat secara tidak langsung diakibatkan oleh perang. Polis asuransi kesehatan global dapat datang dengan kondisi tambahan yaitu tidak ada pertanggungan untuk negara-negara yang dilanda perang.
“Perusahaan asuransi dapat menolak untuk menanggung tagihan medis Anda di zona perang aktif. Tetapi Anda bisa mendapatkan kembali manfaat dari rencana kesehatan global Anda setelah Anda mencapai negara tetangga atau negara yang tercakup dalam polis Anda,” kata Goel.
4. Asuransi Risiko Politik.
Asuransi risiko politik adalah produk keuangan yang dirancang untuk melindungi bisnis dan investor dari kerugian yang tidak dapat diprediksi karena ketidakstabilan politik. Asuransi ini mencakup risiko seperti tindakan pemerintah, perang, terorisme, atau gangguan sipil, yang berpotensi melindungi aset, kontrak, atau operasi. Asuransi ini sangat penting bagi entitas yang beroperasi di wilayah berisiko tinggi.
5. Asuransi Siber
Serangan siber telah menjadi ancaman nyata dalam konflik geopolitik, yang secara signifikan mengubah evaluasi risiko. Lonjakan serangan siber, berpotensi mendorong premi asuransi menjadi lebih tinggi. Penyedia asuransi siber kemungkinan akan menilai kembali profil risiko, dengan mempertimbangkan frekuensi dan tingkat keparahan perang siber yang meningkat.

Rizky C. Septania
Editor
