Gaya Hidup

Mirip Jelangkung, Simak Fenomena Ghostlighting dalam Hubungan

  • Datang tak dijemput pulang tak diantar, Beginilah Kondisi Ghostlighting dalam hubungan
Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/couple-leaving-palm-prints-on-wall-10617287/
Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/couple-leaving-palm-prints-on-wall-10617287/ (Pexels )

JAKARTA - Mungkin Anda sudah familiar dengan istilah ghosting dan gaslighting. Namun bagaimana dengan ghostlighting? 

Ghostlighting adalah gabungan dari dua istilah yang tidak ingin Anda alami dalam berkencan yaitu ghosting dan gaslighting. 

Ghosting mengacu pada hilangnya seseorang yang pernah Anda dekat atau kencan dengan Anda. Menjadi korban ghosting kerap membuat seseorang bingung dan bertanya-tanya. Tentang kesalahan apa yang mungkin telah mereka katakan atau lakukan? 

Sementara gaslighting adalah teknik yang sangat manipulatif di mana seseorang akan membuat pernyataan menipu yang membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri, persepsi tentang diri sendiri, realitas bahkan kewarasan Anda. 

Lalu bagaimana tren ghostlighting ini terjadi?

Dikutip TrenAsia.com dari laman resmi Psychology Today pada Rabu, 26 Juli 2023, ghostlighting adalah kondisi dimana seseorang tiba-tiba menghilang dari hidup Anda. Namun, orang itu memutuskan untuk kembali tanpa mengucapkan permintaan maaf atau penjelasan yang diperlukan. Alih-alih mereka menyangkal tindakan Anda dan mulai mempertanyakan perilaku Anda sendiri. 

Contohnya ketika seseorang datang kepada Anda kembali dan menyalahkan Anda "Mengapa tidak menelpon atau mengisi saya pesan?" atau mengatakan "Kamu kurang berusaha" padahal Anda telah menelepon hingga 10 kali. 

3 Alasan Seseorang Melakukan Ghostlighting kepada Anda 

1. Sedang Ada Masalah 

Salah satu kemungkinannya adalah keadaan hidup seseorang yang berubah dan ia tidak mau mengakuinya. Mungkin mereka mengalami masalah pribadi yang sensitif. 

Sebenarnya seburuk apapun masalah yang menimpa seseorang, orang lain tetap bisa memahaminya. Jadi biasanya para pelaku ghostlighting adalah komunikator yang buruk atau cenderung memiliki kepribadian menghindar. 

2. Tidak Begitu Tertarik pada Anda 

Kemungkinan kedua adalah bahwa orang tersebut sebenarnya lebih tertarik kepada orang lain tetapi hubungan mereka tidak berhasil. 

Sekarang ia kembali lagi ke pilihan sebelumnya yaitu Anda. 

3. Manipulatif 

Kemungkinan ketiga adalah bahwa orang tersebut memang manipulatif, tidak peduli perasaan Anda, pembohong, dan kombinasi dari sifat-sifat negatif seperti ini.

Jadi jangan berharap untuk membina hubungan yang lebih dengan orang-orang seperti ini. Karena alih-alih berubah, mereka bisa menjadi lebih buruk lagi ke depannya.