Fintech

Lewat Aplikasi SOCASH, Masyarakat Bisa Nikmati Layani Perbankan di Pedagang Kecil

  • Perusahaan rintisan (startup) financial technology (fintech) SOCASH Pte Ltd menawarkan solusi bagi masyarakat untuk menikmati layanan perbankan seperti menarik dan menyetor uang tunai di toko-toko.
SOCASH.jpg
Aplikasi SOCASH mudahkan masyarakat untuk menikmati layanan perbankan di pedagang berskala kecil. Sumber: SOCASH. (SOCASH)

JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) financial technology (fintech) SOCASH Pte Ltd menawarkan solusi bagi masyarakat untuk menikmati layanan perbankan seperti menarik dan menyetor uang tunai di toko-toko. Dengan begitu, pedagang berskala kecil pun dapat memperluas koneksi dengan masyarakat di ekosistem perbankan digital yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. 

SOCASH adalah perusahaan yang menawarkan platform “network as a service” untuk neobank dan DeFi (decentralized finance). SOCASH membantu toko-toko untuk menjadi jaringan yang terukur dan hemat modal untuk solusi pembayaran dan produk perbankan melalui kemitraan dengan bank tradisional dan digital. 

Perusahaan yang didirikan pada bulan Oktober tahun 2015 di Singapura ini mulai merancang produk virtual Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada tahun 2016 dan 2017 dan diluncurkan untuk penjualan komersial pada akhir tahun 2017. 

Country Head Indonesia SOCASH Aneela Mirza mengatakan, saat ini layanan SOCASH sudah tersedia di empat negara, yakni Singapura, Malaysia, dan Indonesia dengan 31 ribu titik lokasi sementara pembukaan layanan SOCASH di Filipina saat ini sedang dalam proses. SOCASH pun berencana untuk mengekspansikan bisnisnya ke kawasan Asia Pasifik seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam untuk mencapai 70 ribu titik lokasi pada 2024. 

“Di bawah model distribusi tunai, SOCASH menjalankan aplikasi yang memungkinkan konsumen mentransfer uang ke pedagang sehingga mereka dapat menarik atau menyetor uang tunai dari pedagang,” ujar Aneela sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 1 Maret 2022. 

Aneela pun mengatakan, baru-baru ini SOCASH bertransformasi ke bisnis yang mengakuisisi pedagang (merchant-acquiring) dengan menyediakan aplikasi untuk toko-toko sehingga mereka dapat menerima beragam pembayaran elektronik (e-payment).

Solusi ini disajikan oleh SOCASH untuk mendukung pembayaran yang terhubung ke Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Solusi ini pun dinilai SOCASH sebagai hal yang sangat penting dalam transformasi ekonomi digital karena biaya suatu perangkat pembayaran bisa jadi tidak terjangkau bagi pedagang tertentu. 

“Seseorang dapat mengubah ponselnya, seperti halnya layanan perdagangan lainnya untuk menerima pembayaran, memproses pembayaran dan menyediakan layanan perbankan,” papar Aneela. 

Senada dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait pemerluasan digitalisasi sistem pembayaran, SOCASH hadir untuk membantu pedagang dalam meningkatkan jumlah konsumen lewat layanan penarikan tunai. Tidak hanya itu, SOCASH juga memberikan komisi kepada para pedagang untuk setiap penarikan tunai nasabah. 

Aplikasi mobile SOCASH untuk para pedagang mengubah toko menjadi alternatif ATM atau kantor cabang bank, memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan tunai, dan/atau melakukan transaksi pembayaran di toko-toko tanpa kontak langsung. 

Aneela menyatakan pihaknya fokus untuk berkolaborasi dengan pedagang skala kecil, khususnya di komunitas perusahaan baru. Sementara pandemi telah mendorong pembatasan jarak dan kebiasaan transaksi tanpa kontak, pedagang skala kecil dapat dijadikan sebagai mitra lembaga keuangan dan bank untuk menghadirkan layanan keuangan dasar bagi konsumen. 

“Seiring kami mengembangkan jaringan ke daerah-daerah semiurban dan pedesaan, kami akan berkontribusi dalam inklusi keuangan nasional dengan menyediakan solusi bagi warung atau toko untuk melayani komunitasnya lebih baik lagi melalui adopsi teknologi low-cost serta arus pendapatan baru,” kata Aneela.