Komisi VI DPR RI Omeli Bappebti Terkait Kasus Indra Kenz-Doni Salmanan: Jangan Main-main Pak
- Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengomeli Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait lambatnya penanganan kasus penipuan investasi binary option yang belakangan ini menyeret crazy rich Indra Kenz dan Doni Salmanan.

Idham Nur Indrajaya
Author
JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengomeli Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait lambatnya penanganan kasus penipuan investasi binary option yang belakangan ini menyeret crazy rich Indra Kenz dan Doni Salmanan.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Bappebti dan PT Kliring Berjangka Indonesia, Kamis, 24 Maret 2022, Mufti mempertanyakan ke mana saja pihak Bappebti saat Indra Kenz dan Doni Salmanan secara aktif menjaring korban ke platform binary option yang tidak memiliki izin untuk beroperasi di Indonesia.
“Saya ingin tanya, Pak. Selama ini, sebelum kasus Indra Kenz, kemudian Doni Salmanan, Bapak ke mana, ya? Kita nggak pernah tuh lihat sampeyan melakukan mitigasi-mitigasi atas komoditas berjangka ini,” ujar Mufti kepada Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana.
- Siap-siap! Ini Daftar Harga Tiket Konser Justin Bieber di Indonesia
- Dua Ekor Singa dan Serigala di Ukraina Diselamatkan Tim Penyelamat Asal Inggris Menggunakan Minibus
- Baru 9 Bulan Menjabat, Dirut Bank Permata (BNLI) Chalit Tayjasanant Mengudurkan Diri
Wisnu pun menjawab bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi terkait binary option, termasuk platform Binomo, sejak tahun 2019. Menurut Wisnu, Bappebti telah melakukan pemblokiran website Binomo sejak mitigasi dilakukan.
Lantas, Mufti pun bertanya lagi, mengapa Indra Kenz dan Doni Salmanan tidak dipanggil sejak saat mitigasi mulai dilakukan. Mufti mengatakan, Indra Kenz dan Doni Salmanan baru mulai diproses pada Februari 2022.
Terkait dengan pertanyaan itu, Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti Aldison pun memberikan jawaban. Aldison menuturkan, pihak Bappebti sudah memanggil Indra Kenz dan Doni Salmanan sebelum kepolisian turut terlibat, tepatnya pada Januari 2022.
- Ongki Wanadjati Dana Mengundurkan Diri Dari Jajaran Direksi BTPN
- Menempuh 6,4 Km Selama 11 Jam, Artemis I Tiba di Pad Peluncuran NASA
- Hati-Hati! Minyak Goreng Palsu Beredar, Berikut Cara Cek Keasliannya
Selanjutnya, Aldison pun menjelaskan, meskipun Bappebti sudah melakukan pemblokiran, namun website baru dengan nama yang sedikit berbeda tapi masih berafiliasi dengan nama Binomo terus bermunculan sehingga platform itu bisa tetap bertahan.
“Harusnya dikejar dong, Pak. Sampai mana titiknya harus dikejar terus biar tidak semakin banyak korban,” tegas Mufti.
Mufti pun menceritakan tentang pedagang gorengan yang sampai menjual gerobaknya untuk melakukan deposit ke platform Binomo. Jumlah uang yang dihabiskan pedagangn itu mencapai Rp30 juta.
“30 juta habis yang dimakan oleh kawan-kawan yang namanya Indra Kenz sama Doni Salmanan. Belum lagi yang lainnya. Saya yakin di tempat-tempat lainnya kata kawan-kawan juga banyak korban seperti itu,” kata Mufti.
Terkait dengan kasus investasi bodong binary option, Mufti pun mengimbau kepada Bappebti untuk lebih serius dalam melakukan penanganan.
“Bapak ini jangan main-main, Pak. Kita ini dicaci sama rakyat (karena) urusan Bapak,” kata Mufti.

Rizky C. Septania
Editor
