Fintech

Elon Musk Pertimbangkan Dogecoin untuk Menjadi Alat Transaksi di Twitter dan Tesla, Sinyal Positif?

  • CEO Tesla Inc Elon Musk mempertimbangkan aset kripto Dogecoin untuk menjadi alat transaksi di Twitter dan Tesla.
Elon Musk
Elon Musk (instagram.com/elonmusk)

JAKARTA – CEO Tesla Inc Elon Musk mempertimbangkan aset kripto Dogecoin untuk menjadi alat transaksi di Twitter dan Tesla. Lantas, apakah hal itu dapat menjadi sinyal positif bagi memecoin tersebut?

Pertimbangan Elon Musk diungkapkan melalui rangkaian cuitan di akun Twitternya, Minggu, 10 April 2022. Selain mempertimbangkan penggunaan Dogecoin untuk alat transaksi di Twitter dan Tesla, ia pun mengusulkan pemangkasan biaya langganan di platform Twitter. 

Musk diketahui telah membeli 9,2% saham Twitter dan menjadi pemegang porsi terbesar di media sosial tersebut. Lantas, ia pun mengusulkan penggunaan Dogecoin untuk pembayaran Twitter Blue, layanan berlangganan yang menawarkan akses ekslusif bagi pengguna. 

Untuk menggunakan layanan Twitter Blue, pengguna dikenakan biaya US$3 atau setara dengan Rp43.110 dalam asumsi kurs Rp14.370 per dolar AS.

Menurut Musk, seharusnya pengguna Twitter Blue mendapatkan tanda otentifikasi dan biayanya pun harus disesuaikan dengan keterjangkauan finansial di setiap negara. 

“Harus proporsional dengan keterjangkauan dalam mata uang lokal,” ujar Elon Musk saat membalas cuitan pengguna asal Argentina yang menilai tarif Twitter Blue terlalu tinggi di negaranya. 

Setelah membalas cuitan itu, Musk pun mengusulkan penggunaan Dogecoin sebagai opsi alat pembayaran Twitter Blue. Sebagaimana diketahui, Elon Musk adalah orang yang mendukung aset kripto, termasuk Dogecoin. Ia bahkan dijuluki oleh banyak orang sebagai “Dogefather”. 

Sebagai salah satu investor yang memiliki aset kripto DOGE, Musk juga sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk menerima pembayaran dengan Dogecoin untuk produk Tesla. 

Berdasarkan pantauan Coin Market Cap, harga Dogecoin sempat meroket setelah Elon Musk membeli 73.486.938 lembar saham Twitter pada 4 April 2022.

Dogecoin bahkan sempat mencapai level tertingginya selama sebulan terakhir pada 6 April 2022, yakni US$0,1729 atau kisaran Rp10.244 (asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS). Setelah mencapai level tersebut, Dogecoin sempat menurun sebelum naik kembali setelah Elon Musk mengumumkan pertimbangannya untuk menggunakan memecoin itu untuk pembayaran Twitter Blue. 

Setelah Elon Musk membuat cuitan tersebut, Dogecoin sempat menempati harga US$0,1561 (Rp2.372) pada Senin, 11 April 2022. Namun, memecoin ini terpantau kembali menurun pada Selasa, 12 April 2022 pukul 15.44 WIB ke level US$0,1391 atau kisaran Rp1.998 seiring dengan pelemahan pada aset-aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar seperti Bitcoin, Ethereum, dll. 

Cuitan Elon Musk pada akhirnya tidak atau belum mendorong kenaikan harga Dogecoin dalam jangka panjang mengingat saat ini pasar kripto sedang terdorong ke tren bearish akibat kekhawatiran inflasi Amerika Serikat yang akan semakin meningkat dan kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve System/The Fed

Saat ini, Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia saja tercatat mengalami penurunan sebesar 4,51% dalam 24 jam terakhir dan menempati level US$40.264 (Rp578,6 juta) setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir pada 29 Maret 2022 di harga US$47.938 (Rp688,8 juta).