Dukung Pariwisata Danau Toba, Jembatan Penghubung Samosir Senilai Rp157 Miliar Rampung 2022
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pekerjaan konstruksi Jembatan Aek Tano Ponggol di Sumatera Utara (Sumut) dengan...

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol di Sumatera Utara (Sumut) dengan panjang total 294 meter rampung pada 2022.
Jembatan ini menjadi satu-satunya akses darat menuju Pulau Samosir yang berada di tengah destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Danau Toba.
Konstruksi Jembatan Aek Tano Ponggol dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan menghabiskan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020-2022 senilai Rp157 miliar.
- Dukung Pariwisata Danau Toba, Jembatan Penghubung Samosir Senilai Rp157 Miliar Rampung 2022
- Geliat Pengrajin Bidak Catur Raksasa
- APTI Pamekasan Ungkap Revisi PP 109 Rugikan Petani
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.
“Prinsipnya adalah mengubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 22 Juni 2021.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Selamat Rasidi mengatakan pengerjaan jembatan sepanjang 294 meter ini terbagi dua, jembatan utama sepanjang 179 meter dan jembatan pendekat 155 meter.
“Jembatan utama terdiri dari tiga bentang, dengan bentang utamanya sepanjang 99 meter dan menggunakan struktur utama berupa box girder. Sedangkan untuk jembatan pendekat juga terdiri dari tiga bentang dengan struktur utama prestressed I girder,” ujarnya.
Rasidi menjelaskan masih terdapat sejumlah lahan yang belum berhasil dibebaskan sekitar 31% hingga saat ini. Selain itu, masih ada kendala di lapangan berupa utilitas yang belum dipindahkan oleh pihak pengelola utilitasnya.
“Masih ada masalah utilitas yaitu utilitas PLN dan PDAM yang berada di daerah alur lahan juga belum di relokasi,” jelasnya.
Selain pembangunan jembatan tersebut telah dilakukan pula Pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dari 25 meter menjadi 80 m sepanjang 1,2 kilometer sehingga dapat dilewati oleh kapal pesiar.
Danau Toba sebelumnya sudah ditetapkan sebagai lima DPSP sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). (LRD)
