Nasional & Internasional

Dihantam Pandemi, Angkasa Pura I Merugi Rp2,60 Triliun Sepanjang 2020

  • Kinerja keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) terdampak hebat akibat pandemi COVID-19 sepanjang 2020. Perseroan pengelola bandara ini mengalami penurunan...

JAKARTA – Kinerja keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) terdampak hebat akibat pandemi COVID-19 sepanjang 2020. Perseroan pengelola bandara ini mengalami penurunan pendapatan hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019 lalu. Hal ini membuat perusahaan merugi sepanjang 2020.

Pendapatan usaha perseroan menyusut 138% dari Rp8,63 triliun pada 2019 menjadi Rp3,61 triliun pada 2020.

Perseroan juga mengalami kerugian yang tidak sedikit sepanjang 2020 lalu. Angkasa Pura I mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp2,9 triliun. Angka ini jauh berbeda dibandingkan tahun 2019 yang mendulang laba sebelum pajak sebesar Rp1,94 triliun.

Angkasa Pura I mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp2,3 triliun pada 2020. Angka kerugian perseroan itu telah dikurangi pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan senilai Rp577 miliar. Capaian itu berbanding terbalik dengan laba tahun berjalan pada 2019 yang sebesar Rp1,4 triliun.

Dengan demikian, perusahaan memberikan rugi komprehensif tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp2,60 triliun. Sementara perusahaan masih menyalurkan laba komprehensif tahun berjalan ke entitas induk sebesar Rp1,38 triliun pada 2019.

Kerugian ini berimbas pada kewajiban total liabilitas perseroan yang naik tipis 9% menjadi Rp29,2 triliun pada 2020 dari sebelumnya Rp26,8 triliun pada 2019. Membengkaknya liabilitas ini disumbangkan dari jenis liabilitas jangka panjang yang melonjak dari Rp20,6 triliun pada 2019 menjadi Rp24,45 triliun pada 2020.

Aset perusahaan ikut menyusut dari Rp42,7 triliun pada 2019 menjadi Rp42,57 triliun pada 2020.

Kerugian Angkasa Pura I merupakan efek dari menurunnya jumlah penumpang pesawat sepanjang 2020. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang pesawat domestik sepanjang 2020 tercatat hanya sebanyak 32,4 juta orang atau menurun 57,76% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara penurunan lebih banyak disumbangkan penumpang pesawat internasional yang susut 80,61% atau sebanyak 3,7 juta orang.