UOB: Semester II-2026 Jadi Momentum Investasi, RI Masuk New Norma
- Ekonom UOB menyebut semester II-2026 menjadi momentum investasi. Investor mulai memburu ORI030 karena menawarkan imbal hasil menarik dan dijamin negara.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Semester II-2026 dinilai menjadi titik balik bagi perekonomian Indonesia setelah beberapa bulan dibayangi ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan gejolak pasar keuangan.
Stabilnya harga minyak, membaiknya nilai tukar rupiah, serta mulai pulihnya konsumsi masyarakat menjadi sinyal bahwa ekonomi memasuki fase new normal.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang baru bagi investor untuk kembali menyusun portofolio investasi, terutama pada instrumen yang menawarkan keseimbangan antara keamanan dan imbal hasil.
Pandangan tersebut mengemuka dalam acara UOB Media Literacy: Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030 di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Ekonom UOB: Arus Modal Asing Mulai Kembali
ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan gejolak yang sempat mengguncang pasar mulai mereda sehingga kepercayaan investor perlahan pulih.
"Perang sudah empat bulan, sehingga saat ini sudah mulai memasuki masa new normal." ujar Enrico.
Menurutnya, salah satu indikator yang terlihat adalah mulai masuknya kembali arus modal asing ke pasar obligasi Indonesia. Investor global dinilai tertarik karena surat utang pemerintah Indonesia menawarkan tingkat imbal hasil yang relatif tinggi dengan risiko yang terukur.
Enrico memperkirakan BI Rate masih berpotensi naik hingga 6,5% pada akhir tahun. "Dengan kenaikan BI Rate ini akan semakin membuat atraktif untuk berinvestasi di instrumen yang lebih aman." tambah Enrico.
Baca juga : Pohon Bisnis Keluarga Thohir, Dari ADRO Sampai GOTO
Salah satu instrumen yang diperkirakan akan mendapat manfaat dari kondisi tersebut adalah Obligasi Negara Ritel (ORI030).
ORI merupakan Surat Berharga Negara yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu Indonesia. Produk ini menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, pembayaran kupon setiap bulan, dijamin penuh oleh negara, serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Hingga 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, penjualan ORI030 telah mencapai Rp21,9 triliun dari target Rp25 triliun.
UOB: Bukan Sekadar Mengejar Imbal Hasil
Consumer Banking Director UOB Indonesia Bea Teh Tan mengingatkan bahwa strategi investasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada tingkat keuntungan.
"Investasi yang sukses bukanlah tentang mengejar imbal hasil tertinggi semata." ungkapnya.
Menurutnya, investor perlu memahami profil risiko dan tujuan keuangan jangka panjang agar mampu membangun portofolio yang lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi pasar.
Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Daging Ayam di Indonesia? Ini Peta Usahanya
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Chandra A.S. Wibowo mengatakan ORI030 tidak hanya memberikan keuntungan finansial melalui kupon tetap, tetapi juga mendukung pembiayaan pembangunan nasional. "Investor saat ini mencari keamanan, kepastian, dan fleksibilitas." ujarnya.
Ia menyebut ORI030 menawarkan ketiga aspek tersebut. Selain itu, pemerintah masih akan menerbitkan beberapa seri SBN ritel lainnya hingga akhir 2026 sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi di instrumen yang dijamin negara.

Muhammad Imam Hatami
Editor
