Tren Ekbis

UOB-Ruangguru Dorong Generasi Muda Kuasai Coding dan Literasi Finansial

  • UOB Indonesia dan Ruangguru menggelar CODEFEST 2026 untuk mendorong talenta digital muda Indonesia menciptakan solusi berbasis coding bagi tantangan nyata.
08c3e3dd-f928-4cc4-9b8f-9718bbfd0905.jpg
UOB Indonesia bekerja sama dengan Ruangguru menggelar Grand Final CODEFEST 2026, kompetisi coding tingkat nasional yang menjadi bagian dari program pendidikan digital UOB My Digital Space. (UOB)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa kekurangan talenta digital. Kebutuhan tenaga kerja berkeahlian teknologi diperkirakan terus meningkat, sementara pasokan SDM yang siap kerja belum mampu mengejar laju transformasi digital.

Menjawab tantangan tersebut, UOB Indonesia bekerja sama dengan Ruangguru menggelar Grand Final CODEFEST 2026, kompetisi coding tingkat nasional yang menjadi bagian dari program pendidikan digital UOB My Digital Space.

Ajang ini menjadi penyelenggaraan perdana CODEFEST di Indonesia dan dirancang untuk mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi sebagai alat pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Tahun ini, kompetisi mengangkat tema literasi keuangan, menantang siswa menciptakan solusi digital yang dapat membantu masyarakat memahami pengelolaan uang, kebiasaan menabung, hingga pengambilan keputusan finansial yang lebih baik.

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di ASEAN, Indonesia diproyeksikan mengalami kekurangan sekitar 2,7 juta talenta digital pada 2030. Kondisi ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan di sektor pendidikan teknologi.

Melalui program UOB My Digital Space, UOB menargetkan menjangkau 90 ribu siswa di 38 provinsi dan 80 kota dalam lima tahun. Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 18 ribu siswa dari 400 sekolah di seluruh Indonesia.

Antusiasme Tinggi

Antusiasme terhadap CODEFEST juga terlihat tinggi. Kompetisi perdana ini berhasil menarik hampir 9.000 submission proyek dari siswa berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Angka tersebut menunjukkan minat generasi muda terhadap coding dan inovasi digital terus meningkat.

Babak grand final memberikan penghargaan kepada 29 pemenang dari empat kategori pendidikan, yang terdiri atas peraih medali Gold, Silver, Bronze, ditambah 16 Honourable Mention serta penghargaan khusus untuk inovasi terbaik.

Penghargaan tertinggi Absolute Winner diraih I Gede Eka Nanda Wirya Parwata dari SMP Negeri 7 Denpasar lewat proyek MyFin.

Aplikasi tersebut dirancang sebagai platform pengelolaan keuangan yang membantu pengguna mencatat pemasukan, tabungan, pengeluaran, menetapkan target finansial, hingga memantau rekap transaksi bulanan.

Proyek ini dinilai unggul karena relevan dengan kebutuhan generasi muda yang semakin dekat dengan transaksi digital, tetapi masih menghadapi tantangan dalam membangun kebiasaan finansial sehat.

UOB Indonesia bekerja sama dengan Ruangguru menggelar Grand Final CODEFEST 2026, kompetisi coding tingkat nasional yang menjadi bagian dari program pendidikan digital UOB My Digital Space.

Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi, mengatakan penguasaan keterampilan digital kini tidak lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar untuk menghadapi masa depan.

“Di UOB Indonesia, kami percaya pendidikan berperan penting dalam membantu generasi muda membangun masa depan yang lebih baik. Seiring teknologi semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, keterampilan digital dan kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting,” ujarnya.

Menurut Luke, CODEFEST memberi ruang bagi siswa untuk menerapkan ilmu di luar ruang kelas dan mengembangkan solusi praktis bagi persoalan riil. Sementara itu, CEO Ruangguru, Belva Devara, menyebut kolaborasi ini menunjukkan dampak pembelajaran digital yang terukur.

Menurutnya, nilai asesmen peserta meningkat 86% antara pre-test dan post-test. Nilai rata-rata mata pelajaran teknologi informasi juga naik dari 82 menjadi 91 setelah mengikuti program.

Selain peningkatan akademik, tingkat keterlibatan peserta juga tinggi, tercermin dari Net Promoter Score (NPS) sebesar 89 dan rata-rata kepuasan siswa 4,7 dari 5. “Hasil ini menunjukkan kolaborasi yang bermakna dan pengalaman belajar berkualitas mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi generasi masa depan Indonesia,” kata Belva.

Menjelang grand final, relawan dari UOB Indonesia dan UOB Malaysia juga terlibat langsung dalam sesi coding camp dan bootcamp untuk finalis. Mereka memberikan mentoring, berbagi pengalaman profesional, serta membantu peserta menyempurnakan proyek.

Melalui inisiatif ini, UOB menegaskan komitmen jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital ASEAN dan mencetak generasi muda yang siap bersaing di era ekonomi digital.