UMKM Susu Kambing Lampung Tumbuh dari 1 ke 100 Ekor Berkat KUR BRI
- UMKM Ras Farm di Lampung berkembang dari 1 ke 100 kambing berkat KUR BRI. Kunci suksesnya ada pada inovasi produk dan strategi naik kelas.

Chrisna Chanis Cara
Author


PRINGSEWU, TRENASIA.ID – Dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pelaku UMKM berkembang dan naik kelas.
Salah satu contohnya terlihat dari Ras Farm Sukoharjo I di Pringsewu, Lampung, yang kini berkembang dari usaha rumahan menjadi peternakan kambing perah dengan skala ratusan ekor.
Perjalanan usaha milik Dwi Nurhaeni ini dimulai dari langkah sederhana. Ia memanfaatkan susu dari satu kambing yang baru melahirkan, lalu memerah secara rutin hingga menarik minat pembeli di sekitarnya.
“Awalnya saya memerah dari satu ekor kambing yang baru melahirkan, lalu saya mulai rutin memerah susunya. Ternyata, banyak orang di sekitar yang tertarik dan mulai membeli,” ujarnya.
Melihat peluang tersebut, Dwi mulai mengembangkan usaha dengan lebih serius, terutama setelah mendapatkan akses pembiayaan KUR BRI. Secara bertahap, kapasitas produksinya meningkat dari 1 ekor menjadi sekitar 100 kambing perah saat ini. “Permintaan terus meningkat, sehingga kami terus menambah kapasitas produksi,” lanjutnya.
Saat Produksi Naik, Tantangan Baru Muncul
Seiring peningkatan skala usaha, Ras Farm menghadapi tantangan klasik UMKM: produksi meningkat, tetapi pasar belum sepenuhnya siap menyerap.
Beberapa kendala yang dihadapi antara lain:
- Susu segar memiliki daya tahan terbatas
- Distribusi belum optimal
- Penyerapan pasar belum seimbang dengan produksi
Kondisi ini mendorong Dwi untuk mencari strategi baru agar usaha tetap tumbuh.
Strategi Naik Kelas: Olah Produk, Bukan Jual Mentah
Alih-alih berhenti di produksi susu segar, Ras Farm mulai melakukan inovasi dengan mengolah produk menjadi susu bubuk. Langkah ini membuat produk lebih tahan lama sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, diversifikasi juga dilakukan dengan menghadirkan berbagai varian rasa seperti stroberi, melon, jahe, hingga moka. Inovasi ini membantu meningkatkan daya tarik produk sekaligus nilai jual di pasar.
Dampak ke Lingkungan Sekitar
Pertumbuhan Ras Farm tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Dwi melibatkan warga dalam proses produksi, termasuk memberikan pelatihan memerah susu kambing.
Langkah ini membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat ekosistem usaha di tingkat lokal.
Peran KUR BRI dalam Ekspansi Usaha
Dalam proses pengembangan, Dwi menegaskan bahwa pembiayaan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha. KUR BRI memungkinkan pelaku usaha untuk:
- Menambah populasi ternak
- Memperluas kapasitas kandang
- Meningkatkan produksi secara bertahap
Konsistensi dan inovasi yang dilakukan juga membawa Ras Farm meraih prestasi di tingkat nasional. Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa kisah Ras Farm mencerminkan dampak nyata pembiayaan terhadap pertumbuhan UMKM.
“BRI secara konsisten berperan dalam memperkuat sektor UMKM melalui penyaluran KUR. Sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI berkomitmen untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Hingga Februari 2026, penyaluran KUR BRI tercatat mencapai Rp31,42 triliun atau sekitar 17,46% dari total alokasi Rp180 triliun, dengan jangkauan lebih dari 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.
Insight TrenAsia:
Kasus Ras Farm menunjukkan bahwa titik krusial UMKM bukan saat mulai usaha, tetapi saat scale up. Banyak bisnis berhenti di fase ini karena tidak mengubah strategi. Ras Farm berhasil karena beralih dari sekadar produksi ke pengolahan dan peningkatan nilai produk.

Chrisna Chanis Cara
Editor
