Tren Ekbis

UangTeman Peroleh Pendanaan Tranche Seri B2

  • JAKARTA – Perusahaan Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending, UangTeman memperoleh suntikan dana dari ACA Investments, anak usaha lembaga keuangan asal Jepang, ...
UangTeman Peroleh Pendanaan Tranche Seri B2

JAKARTA – Perusahaan Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending, UangTeman memperoleh suntikan dana dari ACA Investments, anak usaha lembaga keuangan asal Jepang, Daiwa Securities Group Inc. ACA Investments mengkonfirmasi telah menuntaskan pendanaan tranche Seri B2 UangTeman.

Tak hanya itu, investor terkemuka Silicon Valley, Pegasus Tech Ventures, serta perusahaan modal ventura Jepang, Spiral Ventures, juga turut berpartisipasi dalam pendanaan Seri B2 tersebut.

Presiden Direktur dan Pendiri UangTeman Aidil Zulkifli mengatakan, suntikan dana segar pada awal tahun ini menjadi bukti bahwa UangTeman semakin memperkuat posisi di industri fintech lending Indonesia.

Pada pertengahan tahun lalu, UangTeman juga telah mendapatkan status sebagai platform fintech lending yang berizin Otoritas Jasa Keuangan. Ke depan, perusahaan akan lebih fokus meningkatkan profitabilitas dan kinerja keuangan sebagai prioritas utama.

“Tingkat pertumbuhan menjadi sesuatu yang seksi dan akan menjadi nilai valuasi yang tinggi. Saya juga percaya bahwa inti kelangsungan bisnis start-up dan lainnya adalah fundamental ekonomi dengan keberlanjutannya dalam jangka panjang,” ujarnya berdasarkan pers rilis yang diterima Trenasia, Senin (24/2).

Aidil mengaku bersyukur memiliki mitra baru yang bukan hanya membawa permodalan. Ttetapi juga yang memberikan dukungan kuat dan membimbing perusahaannya menjadi good lender sekaligus menghadapi tantangan ke depan,

“Saat ini UangTeman akan fokus dalam menyalurkan pinjaman dengan prinsip socially responsible (bertanggung jawab sosial). Kami tidak hanya mengejar growth volume pinjaman," ungkap Aidil.

IAidil menyebutkan bahwa pihaknya juga memastikan kemampuan nasabah untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Hal ini demi meningkatkan kualitas pinjaman di masyarakat sehingga ekosistem fintech lending di Indonesia tetap solid dan sehat.

Sementara itu, Direktur Investasi ACA Investments Tomohiro Fujita mengatakan, inklusi keuangan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank adalah salah satu ide besar saat ini.

“Kami percaya bahwa UangTeman dapat mengatasi masalah ini di Indonesia. Hal tersebut dengan memanfaatkan keunggulan operasional dan aksesibilitas yang kuat ke pendanaan," ujar Fujita.

Fujita mengaku senang dapat bermitra dengan UangTeman untuk berkontribusi pada tujuan pembangunan sosial. Hal ini demi mewujudkan pertumbuhan yang signifikan bersama.

CEO & General Partner Pegasus Tech Ventures Anis Uzzaman mengatakan, perusahaan berharap dapat terus mendukung UangTeman dalam melakukan ekspansi pertumbuhan pinjaman online ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami yakin bahwa UangTeman akan melaksanakan visi mereka dan memiliki dampak besar pada perekonomian Indonesia selama beberapa tahun ke depan,” kata Anis.

Sebelumnya, pada Agustus 2019, UangTeman memperoleh pendanaan Seri B senilai US$ 10 juta. Perolehan pendanaan tersebut dipimpin Draper Associates yang merupakan perusahaan modal ventura terkemuka yang didirikan investor asal Amerika Serikat Tim Draper. Kemudian KDDI Open Innovation Fund dari Jepang turut terlibat dalam pendanaan tersebut.

Pembayaran utang

Bersamaan dengan pendanaan yang telah didapatkan perusahaan, UangTeman juga mengkonfirmasi telah melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan utang dengan sejumlah lembaga keuangan Indonesia untuk penyaluran pinjaman.

Selain itu, perusahaan sedang memfinalisasi fasilitas pinjaman pembiayaan konsumen dengan perusahaan permodalan asal Inggris. Hal tersebut diharapkan dapat selesai pada Februari 2020. Ini akan menjadi peningkatan pendanaan terbesar sejak perusahaan didirikan.

SVP Head of Corporate Affairs UangTeman Roberto Sumabrata mengatakan, UangTeman berkomitmen menjadi penyelenggara pinjaman berbasis teknologi yang bertanggung jawab secara sosial.

"Hal ini sesuai dengan ketentuan OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Komitmen tersebut dibuktikan dengan integrasi dan sertifikasi yang sudah di dapatkan UangTeman terhadap sistem Fintech Data Center (FDC) yang baru saja diluncurkan AFPI untuk para anggotanya.

“UangTeman menjadi salah satu platform fintech lending sudah sejak awal mendukung dibuatnya FDC atau Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) . Saat ini kami sudah mendapatkan sertifikasi dari AFPI," kata Roberto.

Menurutnya sistem FDC tentu mendukung kinerja perusahaannya dalam mengatur manajemen risiko lebih baik. Untuk kemudian menganalisis kelayakan kredit nasabah secara akurat. Juga untuk memberikan pelayanan serta keamanan data pribadi para nasabah yang lebih terjamin.

Dia menjelaskan, sistem FDC memungkinkan UangTeman meminimalisir pinjaman yang berlebih dari satu borrower di waktu yang bersamaan. Kemudian, FDC juga memberikan kemudahan akses kepada lender untuk mendeteksi calon peminjam sebelum memberikan persetujuan pinjaman.