Tren Pasar

Trump dan Restu MSCI: IHSG Siap Meledak, Intip Saham MYOR

  • IHSG diprediksi menguat ke 8.400 hari ini, 23 Februari 2026. Simak analisis dampak tarif Trump, restu MSCI, dan daftar 6 saham top picks selengkapnya di sini.
IHSG Ditutup Menguat-0.jpg
Karyawan berkatifitas di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak lincah dan cenderung menguat tajam pada pembukaan perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Indeks komposit diperkirakan akan bermain pada rentang support 8.250 hingga resistance 8.380. Level pivot 8.300 penentu arah pasar.

Tim Research Phintraco Sekuritas menilai peluang IHSG menembus rekor baru kini terbuka lebar bagi para investor di bursa domestik awal pekan. Phintraco Sekuritas menyebutkan tren kenaikan bergantung pada keberhasilan indeks menembus angka tertentu sore nanti. "IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8400 jika mampu ditutup di atas 8350," jelasnya mereka dalam riset pada Senin, 23 Februari 2026.

Kondisi bursa hari ini akan sangat dipengaruhi eskalasi sentimen global yang mulai memanas serta amunisi domestik yang solid. Investor wajib memantau rilis data ekonomi Amerika Serikat dan manuver terbaru terkait kebijakan perdagangan dunia. Dinamika ini diharapkan mampu membakar kembali gairah beli investor.

Sentimen Global dan Manuver Tarif Trump

Melambungnya bursa Wall Street akhir pekan lalu menjadi bahan bakar utama bagi optimisme pasar saham lokal hari ini secara masif. Fenomena tersebut dipicu oleh putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang resmi menjegal tarif resiprokal milik Presiden Trump. Kebijakan ini meringankan beban operasional korporasi.

Namun Trump langsung membalas dengan ancaman tarif global baru sebesar 10% yang sangat membebani pasar internasional saat ini. Ketidakpastian politik ini menjadi alarm serius karena berpotensi memicu gejolak mata uang dunia. Investor kini harus bersiap menghadapi dampak lanjutan dari perang dagang global.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sendiri dilaporkan mulai melambat ke angka 1,4% pada kuartal keempat tahun lalu secara signifikan. Rapor merah tersebut merupakan dampak nyata dari penghentian operasional pemerintahan yang berkepanjangan. Kondisi inflasi juga terpantau merangkak naik sehingga membebani psikologis para pasar.

Dinamika Domestik dan Amunisi Restu MSCI

Dari sisi domestik, proses ratifikasi perjanjian perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat masih terus menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia. Selama aturan tersebut belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat perjanjian tersebut. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk meracik ulang strategi perdagangan.

Kabar gembira bagi bursa saham domestik hari ini datang dari keputusan krusial MSCI dunia saat ini. Lembaga tersebut resmi memberikan lampu hijau bagi pasar modal Indonesia untuk berkembang pesat. "Sentimen positif tambahan datang dari berita bahwa MSCI menyetujui seluruh proposal BEI," jelasnya.

Investor diingatkan tetap waspada terhadap isu likuiditas emiten di bursa saham Tanah Air saat ini. Phintraco menyarankan pelaku pasar mencermati aturan baru mengenai kepemilikan saham publik bagi emiten. "Investor tetap mencermati kewajiban emiten yang harus menaikkan free float menjadi 15%," tuturnya.

Top Picks Saham dan Strategi Cuan Hari Ini

Secara teknikal pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan sangat bergantung pada kekuatan level pivot 8.300 secara sangat presisi. Jika indeks mampu bertahan stabil di zona hijau pada sesi pertama, potensi reli menuju target 8.400 terbuka lebar bagi investor. Investor disarankan tetap waspada penuh.

Sejumlah saham pilihan masuk dalam radar top picks hari ini berdasarkan hasil analisis fundamental yang dinilai sangat kuat sekali. Saham tersebut meliputi emiten MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR. Keenam saham pilihan tersebut memiliki indikator teknikal menarik untuk diperdagangkan pada sesi perdagangan hari ini.

Investor diharapkan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat termasuk menentukan titik batas kerugian secara sangat tepat. Mengingat kondisi pasar sangat dinamis merespons berita global terbaru, penyesuaian strategi investasi sangat diperlukan. Seluruh informasi dalam riset harian ini bersifat referensi semata bagi para investor.