Ternyata Ini Penyebab Morning Sickness pada Ibu Hamil
- Morning sickness adalah hal yang normal terjadi pada sebagian besar wanita hamil terutama selama trimester pertama kehamilan. Istilah morning sickness mengacu pada mual dan muntah. Meskipun disebut "morning sickness" atau "mual pagi," gejala ini sebenarnya bisa terjadi kapan saja dalam sehari.

Rumpi Rahayu
Author


JAKARTA - Morning sickness adalah hal yang normal terjadi pada sebagian besar wanita hamil terutama selama trimester pertama kehamilan. Istilah morning sickness mengacu pada mual dan muntah. Meskipun disebut "morning sickness" atau "mual pagi," gejala ini sebenarnya bisa terjadi kapan saja dalam sehari.
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh University of Southern California dan University of Cambridge mengungkapkan penyebab morning sickness adalah hormon GDF15. Yaitu hormon yang terdapat di seluruh tubuh dalam jumlah rendah, namun diproduksi di plasenta dalam jumlah yang lebih tinggi selama kehamilan.
Tidak semua wanita bereaksi keras terhadap hormon GDF15 inilah mengapa terdapat beberapa wanita hamil yang tidak merasakan morning sickness yaitu sebanyak 20%. Meski begitu, morning sicknes dapat menjadi kasus yang parah di sebagian wanita hamil lainnya yaitu sekitar 2%. Sakit parah yang disebabkan oleh morning sickness atau disebut juga hiperemesis gravidarum ini seringnya membutuhkan rawat inap.
- Jadi Primadona Dunia, Kementerian ESDM Buru Logam Tanah Jarang Sampai Dasar Laut
- Terobosan Teknologi, Inka Luncurkan Kereta Baru
- Riset Citibank: Net Zero Emission 2050 Perlu Pendanaan Rp1,9 Kuintiliun
Untuk mengatasi efek negatif morning sickness ini, para peneliti tengah mencari beberapa solusi salah satunya dengan menurunkan kadar hormon wanita hamil (kemungkinan besar aman), dan memaparkan wanita pada hormon GDF15 tersebut sebelum hamil, untuk mempersiapkan diri jika nantinya ia akan mendapat hormon yang lebih tinggi saat hamil di kemudian hari.
Selain itu, para peneliti juga menemukan alasan spesifik mengapa beberapa wanita hamil mungkin tidak mengalami HG atau bahkan mual di pagi hari. Salah satunya karena mereka adalah pasien dengan penyakit genetik thalasemia beta atau kelainan darah bawaan. Orang-orang dengan talasemia beta sebagian besar kebal dari fenomena morning sickness karena kadar GDF15 mereka meningkat melebihi orang normal.
Alasan lain yang bisa menjelaskan fenomena ini yaitu ketika seorang wanita mewarisi mutasi genetik langka yang menyebabkan rendahnya kadar GDF15 di seluruh tubuhnya, namun bayinya tidak.
Maka ia akan terpapar lebih banyak hormon daripada biasanya, sehingga kemungkinan besar menyebabkan mual di pagi hari. Namun jika bayinya juga mengalami mutasi tersebut, kemungkinan besar ia tidak akan mengalami kondisi tersebut.
“Untuk pertama kalinya, interaksi antara ibu dan janin membantu menjelaskan mengapa beberapa wanita terkena HG selama beberapa kehamilan mereka,” kata peneliti, Marlena Fezjo sekaligus menekankan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

Rizky C. Septania
Editor
