Tren Leisure

Tak Sekedar Tayangkan Video Joget, TikTok Bakal Sediakan Layanan Untuk Pencari Kerja

  • Aplikasi penayang dan pembuat video pendek asal China, TikTok dikabarkan tengah menguji layanan rekrutmen untuk para pencari dan penyedia lapangan kerja.
<p>Ilustrasi aplikasi media sosial berbagi video TikTok asal China. / Pixabay</p>

Ilustrasi aplikasi media sosial berbagi video TikTok asal China. / Pixabay

(Istimewa)

JAKARTA – Aplikasi penayang dan pembuat video pendek asal China, TikTok dikabarkan tengah menguji layanan rekrutmen untuk para pencari dan penyedia lapangan kerja.

Mengutip Engadget pada Senin, 17 Mei 2021 layanan ini bakal membantu penyedia kerja untuk menemukan talent yang tepat sebagai kandidat karyawan.

Meski begitu, layanan pencari kerja Tiktok tidak diletakkan pada aplikasi utama. Untuk bisa mendapatkannya, layanan ini bakal diposting pada situ web secara terpisah.

Alih-alih menyediakan ruang lewat tulisan riwayat kerja, para pencari kerja dapat memgunggah resume mereka lewat video TikTok.

Belakangan ini, sejumlah orang dewasa muda diketahui banyak menghabiskan waktu mereka untuk menonton dan memproduksi video TikTok.

Dengan adanya layanan rekrutmen, ini menjadikan peluang bagi TikTok untuk menarik sejumlah penyedia lapangan kerja untuk mencari calon karyawan di aplikasi mereka.

Otomatisasi Ala Tiktok

Sebelumnya diketahui, Aplikasi berbagi video pendek TikTok memberikan pengumuman pada hari Jumat bahwa mereka akan menggunakan lebih banyak otomatisasi untuk menghapus video dari platformnya yang melanggar kebijakan atau pedoman komunitasnya.

Saat ini, video yang diunggah ke platform tersebut akan melalui alat teknologi yang berfungsi untuk mengenali dan menandai potensi pelanggaran yang kemudian ditinjau oleh anggota tim keselamatan.

Jika teridentifikasi adanya pelanggaran, video tersebut akan dihapus dan pengguna akan diberi tahu, kata TikTok.

Perusahaan milik ByteDance tersebut juga menambahkan bahwa selama beberapa minggu ke depan akan mulai secara otomatis menghapus beberapa jenis konten yang melanggar kebijakan atas keselamatan kecil, ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual, konten kekerasan dan grafis serta aktivitas ilegal dan barang yang diatur.

Perusahaan mengatakan ini akan membantu tim keselamatannya untuk lebih berkonsentrasi pada area yang sangat kontekstual dan bernuansa, seperti intimidasi dan pelecehan, informasi yang salah, dan perilaku kebencian.

TikTok juga menambahkan akan mengirimkan peringatan di aplikasi saat pelanggaran pertama.(RCS)

Anov

Anov

Editor