Sudah Masuk Semifinal, Euro 2020 Dikecam sebagai Kontributor Penyebaran COVID-19
Turnamen sepakbola Eropa yang diselenggarakan tahun ini, Euro 2020 dituduh sebagai kontributor penyebaran virus Covid-19 di Eropa.

Rizky C. Septania
Author


Pendukung Skotlandia memadati STadion Wembley, Inggris saat pertandingan Inggris melawan Skotlandia/ Reuters
(Istimewa)KOPENHAGEN – Turnamen sepakbola Eropa yang diselenggarakan tahun ini, Euro 2020 dituduh sebagai kontributor penyebaran virus Covid-19 di Eropa.
Tuduhan ini dilayangkan oleh sejumlah pihak termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Pasalnya, dalam perhelatan tersebut penggermar sepakbola berbondong-bondong datang ke stadion, bar, dan tempat nonbar lainnya untuk menyaksikan laga tersebut. Padahal, hingga saat ini pandemi belum berakhir.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menyebut kerumunan yang ditimbulkan akibat Euro mendiring jumlah kasus baru naik sebanyak 10 persen. Padahal 10 pekan sebelumnya, kasus penularan virus Covid-19 mulai menurun.
“Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan? Inilah yang mempengarhi penyebaran virus,” petugas darurat senior WHO Catherine Smallwood seperti dikutip dari Reuters Jumat,2 Juli 2021.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Mentri Dalam Negri Jerman, Horst Seehofer bahkan mengatakan bahwa penyelenggara Piala Euro, UEFA sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar selama laga berlangsung.
Baginya, pertandingan yang menghadirkan sekitar 60.000 penonton per pertandingan sudah pasti menyebabkan penyebaran Covid-19.
“Saya tidak bisa menjelaskan mengapa UEFA tidak masuk akal.Saya menduga itu karena hal yang bersifat komersial,” katanya dalam konferensi pers.
Kondisi Negara-Negara Eropa
Kegemaran masyarakat Eropa menonton pertandingan sekelas Euro mencatat kontribusi kenaikan jumlah penyebaran Covid di sejumlah negara.
Skotlandia misalnya, yang melaporkan 1.991 orang terinfeksi virus saat melakukan perjalanan untuk menonton Euro 2020. Dari total tersebut, 1.294 diantaranya melakukan perjalanan ke London dan 397 pergi ke Wembley, tempat Inggris bermain melawan Skotlandia.
Sedangkan Finlandia mencatat sekitar 300 orang warga negaranya terinfeksi saat mendukung tim mereka.
Sedangkan Rusia yang bakal jadi tuan rumah pada pertandingan perempat final hari ini mengantisipasi dengan menyerukan larangan pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 500 orang. Kapasitas Stadion di St.Petersburg juga dipangkas sebanyak 50 persen.
Artinya, pada pertandingan kali ini, Stadion yang menampung 68.000 penonton tersebut hanya menerima 34.000 penonton saat laga berlangsung.
UEFA Angkat Suara
Tuduhan yang dilayangkan pada EURo sebagai penyebabpenyebaran virus Covid-19 di Eropa ditanggapi oleh UEFA.
Dalam sebuah pernyataan, UEFA menyebut bahwa penyelenggaraan pertandingan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh negara penyelenggara.
“Keputusan akhir mengenai jumlah penggemar yang menghadiri pertandingan dan persyaratan masuk ke salah satu negara tuan rumah dan stadion tuan rumah berada di bawah tanggung jawab otoritas lokal yang kompeten, dan UEFA secara ketat mengikuti tindakan tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan. (RCS)
