Tren Ekbis

Stok BBM Aman, Ini yang Harus Dilakukan Warga Saat Mudik Lebaran

  • Pemerintah memastikan stok BBM aman jelang Lebaran meski konflik AS–Iran memicu kenaikan harga minyak dunia. Simak tips bagi pemudik agar perjalanan tetap lancar.
JELANG-TAHUN-BARU-2022-PERTAMINA-PASTIKAN-STOK-BBM-NASIONAL-AMAN-1.jpg
Pasokan BBM (BUMN Track)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Konflik perang Amerika Serikat (AS)-Iran, menimbulkan kekhawatiran bagi banyak negara, terutama Indonesia. Penutupan Selat Hormuz, yang menjadi perlintasan perdagangan minyak dunia, membuat kenaikan harga sekaligus berpotensi terjadi kelangkaan pada bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya, Menteri ESDM  Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa cadangan BBM di Indonesia masih cukup hingga 20 hari. Pernyataan tersebut tentunya membuat sebagian masyarakat panik dan khawatir terhadap kelangkaan BBM. Ditambah dengan momen menjelang Lebaran, stok dan harga BBM menjadi fokus utama bagi para pemudik.

Namun, Bahlil mengklaim harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tidak bakal mengalami kenaikan harga hingga Idulfitri 2026. Ia menegaskan, meskipun harga minyak mentah dunia sudah menembus level US$100/barel, harga BBM tersebut tidak mengalami kenaikan. 

Menurutnya, masalah utama yang terjadi di Indonesia bukan tentang stok BBM, melainkan terkait tindakan pemerintah secara ke depan.

“Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah, kita lagi akan meng-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif,” kata Bahlil kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 9 Maret 2026.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Pertamina Arya Dwi Paramita mengklaim stok BBM dalam kondisi aman dan melebihi batas minimum nasional. “Terkait dengan stok kami pastikan itu adalah kondisi aman,” kata Arya. 

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, karena pemerintah telah menyiapkan skema terbaik untuk memenuhi kebutuhan pasokan nasional. Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menjelaskan terkait keamanan stok BBM nasional setelah melewati fase 20 hari. Selama ini, masyarakat beranggapan setelah 20 hari BBM akan habis dan langka. Namun, pemerintah memastikan pasokan dan stok dalam jumlah yang aman di hari berikutnya.

“Analoginya seperti yang saya sampaikan nih kalau kita punya toren di rumah itu kan setiap hari digunakan habis, tetapi setiap hari itu juga akan dilakukan pengisian. Sumbernya itu bisa dari produksi kita di dalam negeri dan juga yang tadi dari beberapa negara alternatif lainnya di luar wilayah Timur Tengah yang saat ini masih bergejolak,” kata Dwi kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Senin, 9 Maret 2026.

Apa yang Harus Dilakukan Pemudik?

Meski pemerintah memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman, para pemudik tetap disarankan untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi agar perjalanan tetap lancar di tengah potensi gejolak harga energi global.

Pertama, pemudik dianjurkan merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk menentukan rute perjalanan dan memperkirakan titik pengisian BBM sebelum berangkat. Perencanaan yang baik dapat membantu menghindari antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.

Kedua, masyarakat disarankan mengisi BBM sebelum perjalanan jauh atau sebelum memasuki jalur tol dan daerah dengan fasilitas pengisian terbatas. Langkah ini dapat mengurangi risiko kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.

Ketiga, pemudik juga dapat memanfaatkan aplikasi pemantau SPBU untuk mengetahui lokasi dan ketersediaan BBM secara lebih akurat. Beberapa aplikasi milik Pertamina (MyPertamina) memungkinkan pengguna melihat lokasi SPBU terdekat serta layanan yang tersedia.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Pemerintah menegaskan distribusi BBM terus berjalan melalui pasokan domestik maupun impor dari berbagai negara mitra.

Dengan perencanaan perjalanan yang baik dan penggunaan BBM secara bijak, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman meskipun kondisi geopolitik global sedang bergejolak.