Tren Leisure

Setiap Orang Indonesia Buang 300 Kg Makanan

  • JAKARTA – Indonesia menempati urutan kedua negara penyumbang sampah makanan tebanyak di dunia setelah Arab Saudi, dengan rata-rata jumlah sampah makanan...
Setiap Orang Indonesia Buang 300 Kg Makanan

JAKARTA – Indonesia menempati urutan kedua negara penyumbang sampah makanan tebanyak di dunia setelah Arab Saudi, dengan rata-rata jumlah sampah makanan seberat 300 kilogram per orang tiap tahunnya.

Tidak hanya di Indonesia, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan pada 2019 ada 1,6 miliar ton makanan terbuang sia-sia tiap tahunnya. Dengan jumlah emisi karbon food waste mencapai 3,3 miliar ton CO2.

Posman Sibuea, Guru Besar Ilmu Pangan Universitas Katolik Santo Thomas menulis dalam Kompas (04/02), “Pola konsumsi masyarakat Indonesia yang relatif buruk mendorong produksi sampah makanan meningkat tiap tahun.”

Ironisnya, dunia saat ini menghadapi kebutuhan pangan yang terus meningkat jika melihat proyeksi pertambahan penduduk dunia mencapai 9 miliar orang pada 2050. Di sisi lain, pembukaan hutan untuk lahan pertanian menurut Posman bukanlah langkah yang tepat.

“Mengubah lebih banyak hutan untuk menjadi lahan pertanian bukan lagi solusi cerdas di tengah kian masifnya perubahan iklim global.”

Sebagai individu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi jejak karbon pada makanan yang dikonsumsi. Pertama, berbelanja produk lokal dan sesuai musim.

Membeli makanan yang diproduksi dari daerah setempat akan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari prosesn transportasi makanan, karena semakin jauh makanan berasal makan akan semakin banyak karbon yang dibuthkan.

Kedua, mengurangi sumber protein dari hewani. Peternakan, khususnya sapi  merupakan salah satu sektor yang menghasilkan emisi paling banyak. Alternatif selain mengkonsumsi daging merah adalah memilih sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, jamur, dan rumput laut.

Faktor selanjutnya adalah mengindari makanan yang sudah diproses dan sudah dikemas. Pilihlah makanan yang segar untuk dimasak. Langkah terakhir adalah memproses sisa makanan dengan berbagai cara, seperti mengompos atau bahkan menumbukan kembali sisa sayuran yang bisa kembali ditanam.