Segini Estimasi Biaya Bensin Mobil, Mudik di Wilayah Pulau Jawa
- Pemerintah memastikan harga BBM tidak naik hingga Idulfitri. Berikut perkiraan biaya isi penuh mobil populer yang sering dipakai mudik.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Menjelang Idulfitri, masyarakat dibuat was-was dengan konflik perang AS-Iran yang dikhawatirkan membuat harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur perlintasan minyak dunia, membuat harga minyak naik dan mengancam stok BBM di negara lain.
Di Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM tidak akan naik hingga perayaan Hari Raya Idulfitri.
"Harga untuk BBM untuk subsidi saya pastikan bahwa sampai hari raya tidak ada kenaikan apa-apa meskipun ada kenaikan harga minyak karena perang Israel, Amerika, dan Iran," ujar Bahlil dikutip Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menyampaikan, khusus untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada penyesuaian harga sampai Lebaran. Menurutnya, fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik di sejumlah kawasan tidak akan memengaruhi harga BBM subsidi di dalam negeri, setidaknya hingga momen Idulfitri.
Estimasi Harga Bensin di Pulau Jawa
Melansir dari MyPertamina, Jumat, 6 Maret 2026, harga BBM di Pulau Jawa yang meliputi kawasan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memiliki harga yang sama. Berikut list harga BBM di wilayah tersebut:
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.300
- Pertamax Turbo: Rp13.100
- Pertamina Bio Solar (Subsidi): Rp6.800
Berdasarkan harga tersebut, Anda dapat memperkirakan dana yang akan dikeluarkan selama periode mudik. Adapun perhitungan dana yang dapat dijadikan sebagai referensi adalah:
1. Toyota Avanza
Melansir dari OLX, mobil Toyota Avanza mampu menampung BBM sebanyak 43 liter. Jika diakumulasikan, maka yang harus dikeluarkan untuk pengisian BBM secara full sebesar:
Pertalite: Rp10.000 x 43 liter =Rp430.000
Pertamax: Rp12.300 x 43 liter =Rp528.900
Pertamax Turbo: Rp13.100 x 43 liter =Rp563.300
Bio Solar Subsidi: Rp6.800 x 43 liter=Rp292.400
2. Innova
Mobil Toyota Innova umumnya mampu menampung BBM sebanyak 55 liter. Jika diakumulasikan, maka yang harus dikeluarkan untuk pengisian BBM secara full sebesar:
Pertalite: Rp10.000 x 55 liter =Rp550.000
Pertamax: Rp12.300 x 55 liter =Rp676.500
Pertamax Turbo: Rp13.100 x 55 liter =Rp720.500
Bio Solar Subsidi: Rp6.800 x 55 liter=Rp374.000
3. Xpander Cross
Melansir dari Otto, umumnya mobil Xpander Cross mampu menampung BBM sebanyak 45 liter. Jika diakumulasikan, maka yang harus dikeluarkan untuk pengisian BBM secara full sebesar:
Pertalite: Rp10.000 x 45 liter =Rp450.000
Pertamax: Rp12.300 x 45 liter =Rp553.500
Pertamax Turbo: Rp13.100 x 45 liter =Rp589.500
Bio Solar Subsidi: Rp6.800 x 45 liter=Rp306.000
4. Calya
Mobil Calya umumnya mampu menampung BBM sebanyak 36 liter. Jika diakumulasikan, maka yang harus dikeluarkan untuk pengisian BBM secara full sebesar:
Pertalite: Rp10.000 x 36 liter =Rp360.000
Pertamax: Rp12.300 x 36 liter =Rp442.800
Pertamax Turbo: Rp13.100 x 36 liter =Rp471.600
Bio Solar Subsidi: Rp6.800 x 36 liter=Rp244.800
5. Sigra
Melansir dari Astra Daihatsu, umumnya mobil Daihatsu Sigra mampu menampung BBM sebanyak 36 liter. Jika diakumulasikan, maka yang harus dikeluarkan untuk pengisian BBM secara full sebesar:
Pertalite: Rp10.000 x 36 liter =Rp360.000
Pertamax: Rp12.300 x 36 liter =Rp442.800
Pertamax Turbo: Rp13.100 x 36 liter =Rp471.600
Bio Solar Subsidi: Rp6.800 x 36 liter=Rp244.800

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
