Dunia

Satu Dekade Lagi, Popularitas Mobil Listrik Diprediksi Bakal Kalah dari Kendaraan Hidrogen

  • Populartas mobil listrik saat ini tampaknya sedang naik daun. Dicap sebagai kendaraan yang ramah lingkungan sekaligus lebih hemat daripada kendaraan fosil

JAKARTA- Populartas mobil listrik saat ini tampaknya sedang naik daun. Dicap sebagai kendaraan yang ramah lingkungan sekaligus lebih hemat dibanding kendaraan sejenis berbahan bakar minyak, secara bertahap masyarakat telah menggeser kendaraannya menjadi EV.

Pun halnya dengan perusahaan mobil besar. Belakangan, para perusahaan ini tampak berlomba menciptakan kendaraan listrik dengan model dan fitur yang tak kalah dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Meski demikian, bukan berarti inovasi cukup berhenti sampai di situ. Pabrikan mobil asal Jerman, BMW tampaknya telah maju selangkah dari pasar.

Sembari mengembangkan EV, BMW kini dikabarkan tengah mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Mengutip laman Carscoop Rabu, 2 November 2022, CEO BMW Oliver Zipse mengatakan bahwa saat ini pasar hidrogen tertinggal beberapa tahun di belakang kendaraan elektrik. Tapi, ke depannya akan segera menjadi pemain besar.

"Setelah mobil listrik, yang sudah berjalan sekitar 10 tahun dan meningkat dengan pesat, tren berikutnya adalah mobil hidrogen," ujar Zipse seperti dikutip TrenAsia.com.

Oliver manambahkan, kendaraan berbahan bakar Hidrogen dari BMW direncanakan bakal bisa dirilis di pasaran pada akhir dekade mendatang.

"Jika Anda ingin berkendara bebas emisi dan Anda tidak memiliki stasiun pengisian daya, ini adalah satu-satunya kemungkinan yang kami miliki. Di beberapa daerah untuk menerapkan infrastruktur hidrogen lebih mudah daripada infrastruktur listrik, misalnya di daerah di mana Anda tidak memiliki koneksi ke jaringan listrik. Untuk hidrogen, Anda hanya perlu tangki," papar Zipse.

Sebagai informasi, jauh sebelum wacana mengenai mobil listrik menjadi populer, BMW telah melakukan berbagai percobaan untuk menciptakan kendaraan berbahan dasar hidrogen sejak 1978. Namun, eksperien tersebut baru menemukan titik terang pada tahu 2000 dalam  bentuk kendaraan E38 750hL.

Saat ini, pabrikan mobil asal Jerman ini dikabarkan tengah engembangkan mesin hidrogen dalam mobil iX5 dan akan diproduksi akhir tahun ini.

Truk Hidrogren

Sementara itu, produsen otomotif asal Swedia, Volvo lewat divisi usaha Volco Truck berencana memasarkan truk hidrogen pada 2030 mendatang. Truk berbahan bakar hidrogen tersebut didesain untuk dapat menarik beban hingga 65 ton, menempuh jarak sekitar 1.000 km dan mengisi bahan bakar dalam waktu kurang dari 15 menit.

Para ilmuwan tertarik menggunakan hidrogen untuk menggerakkan kendaraan selama beberapa dekade karena potensi manfaat lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Sel bahan bakar hidrogen yang dikombinasikan dengan oksigen akan menghasilkan listrik yang dapat menggerakkan kendaraan dan menghasilkan uap air sebagai produk sampingan. Dengan memecah molekul air (H2O) menjadi hidrogen dan oksigen dengan listrik atau dikenal sebagai hidrogen hijau, maka tidak perlu lagi ada energi fosil yang dikonsumsi.

Jika listrik yang digunakan untuk memisahkan molekul-molekul itu berasal dari sumber yang dapat diperbarui, produksi dan penggunaan hidrogen itu tidak akan menghasilkan emisi CO2.

Supercar Hidrogren

Perusahaan berbasis Ohio, Amerika Serikat yang fokus pada hidrogren, Hyperion tahun lalu mengenalkan supercar purwarupa Hyperion XP-1. Ya, namanya terdengar seperti nama pesawat ruang angkasa dari film fiksi ilmiah tahun 1950-an.

Tetapi sebenarnya ini adalah supercar hidrogen-listrik masa depan yang menjanjikan jangkauan 1.635 km. Modul sel bahan bakar hidrogen menghasilkan tenaga listrik yang menggerakkan keempat roda, dan ada transmisi tiga kecepatan. Perusahaan dibantu oleh NASA dan DOE dalam mengembangkan supercar tersebut.