Salurkan Pinjaman Hingga Rp2,41 Triliun, Fintech Amartha Siapkan Antisipasi Gagal Bayar
JAKARTA-Penyelenggara teknologi finansial (financial technology/fintech) peer-to-peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatat tren pendanaan mengalami pemulihan dengan peningkatan rata-rata 33% setiap minggunya selama periode Maret hingga Mei. Adapun founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyebut, fintech P2P yang didirikan tahun 2010 ini telah menyalurkan pendanaan Rp2,41 triliun kepada 506 ribu mitra dengan tingkat keberhasilan […]

Khoirul Anam
Author


PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha didirikan pada 2010 sebagai Lembaga Keuangan Mikro/ Facebook @Amartha
( Facebook @Amartha)JAKARTA-Penyelenggara teknologi finansial (financial technology/fintech) peer-to-peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatat tren pendanaan mengalami pemulihan dengan peningkatan rata-rata 33% setiap minggunya selama periode Maret hingga Mei.
Adapun founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyebut, fintech P2P yang didirikan tahun 2010 ini telah menyalurkan pendanaan Rp2,41 triliun kepada 506 ribu mitra dengan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TKB) 90 hari mencapai 99,14%.
“Dalam mengurangi risiko gagal bayar, Amartha juga telah memperbarui algoritma sistem skor kredit dengan memasukan parameter yang sensitif terhadap dampak COVID-19 bagi calon mitra. Dengan demikian, Pendana dapat lebih percaya diri untuk mendanai karena calon Mitra telah tersaring dengan sangat ketat dan penuh kehati-hatian,” ujar Taufan dalam keterangan tulis, Rabu, 10 Juni 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Di samping itu, Taufan mengaku bahwa Amartha tengah mempersiapkan berbagai strategi baru guna menjawab tantangan fase kenormalan baru dengan mendigitalisasi Mitra Amartha, di antaranya pelatihan peluang usaha baru secara daring, hingga mempersiapkan platform untuk pembelian kebutuhan pokok rumah tangga serta produk layanan keuangan digital lainnya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat desa.
Saat ini, fintech pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa ini tengah melakukan pendampingan terhadap mitra dan masyarakat desa untuk memulihkan ekonomi di pedesaan akibat pandemi COVID-19 melalui berbagai program bantuan seperti masker, penyemprotan disinfektan, pembagian sembako, serta program edukasi kesehatan dan pola hidup higienis.
Taufan mengaku, dalam masa pemulihan ekonomi desa, pendanaan dari masyarakat kepada perempuan pengusaha mikro di desa akan berkontribusi untuk membangkitkan kembali usaha yang sempat lesu.
“Kami percaya bahwa sektor ultra mikro di pedesaan itu sangat tangguh dan bahkan bisa menjadi motor penggerak perekonomian nasional, terbukti dengan terjaganya TKB yang mencapai 99,14%,” kata dia.
