RI Target Ekonomi Top 5 Dunia, Apa Peran Anak Muda?
- Fundamental ekonomi domestik Indonesia masih cukup solid untuk menopang pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan.

Muhammad Imam Hatami
Author


Wisma BNI 46 menjadi simbol gedung-gedung pencakar langit di Jakarta / Shutterstock
(Istimewa)JAKARTA, TRENASIA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050. Proyeksi tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan ekonomi nasional, potensi demografi yang besar, serta posisi strategis Indonesia dalam perekonomian kawasan Asia.
Menurut Airlangga, prospek tersebut bukan sekadar optimisme, melainkan hasil dari berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Airlangga menilai fundamental ekonomi domestik Indonesia masih cukup solid untuk menopang pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu indikator yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional adalah surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut hingga awal tahun ini.
Surplus perdagangan tersebut mencerminkan kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan antara ekspor dan impor, sekaligus memperkuat cadangan devisa serta stabilitas nilai tukar.
Untuk mempercepat pencapaian target pembangunan ekonomi jangka panjang, pemerintah mendorong penerapan strategi Indonesia Incorporated. Strategi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
Airlangga menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Kami juga mempercepat strategi Indonesia Incorporated, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan bersama,” kata Airlangga dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan kebijakan pemerintah, investasi swasta, serta partisipasi masyarakat berjalan secara terintegrasi sehingga menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.
Baca juga : Lagi Tren, Ini Cara Jual Emas di Butik Antam dan Pegadaian
Apa yang Bisa Dilakukan Anak Muda?
Seiring proyeksi Indonesia menuju ekonomi besar dunia pada 2050, generasi muda memiliki peran yang sangat krusial dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.
Dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia dalam beberapa dekade ke depan, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen dalam perekonomian, tetapi juga penggerak inovasi dan produktivitas.
Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, berikut sederet hal yang bisa dilakukan generasi muda untuk mencapai tujuan 5 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia,
Menguasai Teknologi dan Ekonomi Digital
Dalam era transformasi digital, anak muda didorong untuk menjadi kreator teknologi, bukan sekadar pengguna. Pengembangan aplikasi, platform digital, maupun layanan berbasis teknologi dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas pasar Indonesia di tingkat global.
Selain itu, penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), analisis data, keamanan siber, hingga otomasi industri akan menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan pada masa depan.
Talenta digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga layanan publik.
Mendorong Kewirausahaan dan Inovasi
Selain teknologi, anak muda juga didorong untuk berperan sebagai wirausahawan dan inovator. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi membutuhkan penciptaan lapangan kerja baru serta inovasi bisnis yang berkelanjutan.
Pengembangan startup berbasis teknologi maupun bisnis kreatif dinilai dapat memberikan solusi bagi berbagai tantangan di masyarakat, seperti di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif seperti musik, film, desain, kuliner, dan kriya juga memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional jika dikembangkan dengan inovasi dan identitas budaya lokal yang kuat.
Fokus pada Ekonomi Hijau
Tren global menuju ekonomi rendah karbon juga membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia. Inovasi dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, bisnis yang berbasis ekonomi hijau diperkirakan akan menjadi sektor penting dalam perekonomian global di masa depan.
Baca juga : Pasar Properti Stabil, Rumah Kecil Tetap Jadi Favorit Masyarakat
Peningkatan Kualitas SDM
Selain inovasi dan kewirausahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai ekonomi besar dunia.
Investasi pada pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, serta pelatihan keterampilan teknis menjadi langkah penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Di samping keterampilan teknis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Kemampuan berbahasa asing juga dinilai dapat membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi generasi muda.
Partisipasi dalam Pembangunan
Airlangga juga menilai bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda, dalam pembangunan nasional.
Anak muda diharapkan dapat berperan dalam mengawal kebijakan publik, berkontribusi dalam kegiatan sosial, serta menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Stabilitas sosial dan politik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi serta menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dengan memanfaatkan bonus demografi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah optimistis Indonesia dapat mewujudkan visi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050.

Amirudin Zuhri
Editor
