Rahasia ESG ARCI: Rugi Jadi Laba dan Rapor Biru Lingkungan
- ARCI sukses cetak laba US$70,48 juta sepanjang kuartal III-2025. Perusahaan milik Rajawali Corpora ini fokus transisi tambang bawah tanah dan raih PROPER Biru.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan pemulihan kinerja atau turnaround yang signifikan hingga Kuartal III-2025. Emiten pertambangan emas ini tidak hanya mencetak lonjakan laba bersih, tetapi juga mempertegas komitmennya terhadap aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) di tengah tantangan industri.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perseroan berhasil membukukan laba bersih mencapai US$ 70,48 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Capaian ini menjadi sinyal positif pemulihan perseroan pasca menghadapi tantangan geoteknik yang sempat menekan kinerja operasional pada tahun-tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja ini tidak lepas dari strategi operasional yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Salah satu langkah strategis ARCI adalah transisi metode penambangan menuju underground mining di beberapa pit, serta eksplorasi lanjutan di Koridor Barat.
1. Strategi Tambang Bawah Tanah
Transisi ke tambang bawah tanah memberikan nilai tambah ekologis yang signifikan bagi operasional perusahaan. Metode ini mampu mengurangi pembukaan lahan di permukaan atau land clearing secara drastis dibandingkan metode open pitkonvensional yang selama ini banyak diterapkan.
Dampak positifnya terhadap bentang alam dan biodiversitas di sekitar area tambang dapat lebih diminimalisir. Strategi ini dijalankan beriringan dengan fokus perusahaan pada efisiensi penambangan bijih berkadar tinggi atau high-grade yang terbukti melimpah di area Koridor Barat.
Langkah ini membuktikan bahwa efisiensi operasional pertambangan bisa berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Transformasi metode penambangan ini menjadi bukti konkret adaptasi ARCI dalam menerapkan praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di masa depan.
2. Rapor Biru Lingkungan
Komitmen lingkungan ARCI tervalidasi melalui peringkat PROPER Biru yang konsisten diterima oleh anak usahanya. PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) berhasil mempertahankan prestasi tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Peringkat ini diberikan pada periode penilaian 2023-2024 sebagai bukti kepatuhan regulasi lingkungan. Hal ini menegaskan bahwa perusahaan telah patuh atau compliant terhadap seluruh peraturan pengelolaan lingkungan hidup yang berlaku ketat di Indonesia, menjaga kredibilitas di mata regulator.
Konsistensi dalam meraih PROPER Biru menunjukkan standar manajemen lingkungan yang stabil di lapangan. Bagi investor, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan merupakan indikator penting untuk menakar risiko operasional dan keberlanjutan izin usaha pertambangan dalam jangka waktu yang panjang.
3. Predikat Sosial 'Outperform'
Di luar aspek teknis, ARCI memiliki rekam jejak solid dalam pengelolaan aspek sosial masyarakat. Berdasarkan penilaian independen dari konsultan Lorax Indonesia, ARCI mendapatkan predikat Outperform untuk aspek Sosial, sebuah pencapaian yang cukup prestisius di industri ekstraktif.
Predikat ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga "izin sosial" atau social license to operate. Hubungan yang harmonis dengan masyarakat lingkar tambang di Sulawesi Utara menjadi kunci utama kelancaran operasional dan minimnya gangguan keamanan dari faktor eksternal.
Program pemberdayaan masyarakat yang efektif dan minimnya konflik sosial menjadi indikator stabilitas utama. Hal ini memberikan kenyamanan bagi para pemegang saham karena risiko gangguan operasional akibat gesekan dengan komunitas lokal dapat diredam dengan pendekatan sosial yang humanis.
4. Mitigasi Risiko dan Target
Manajemen juga memperketat protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta manajemen risiko geoteknik pasca insiden 2022. Perbaikan infrastruktur dan mitigasi risiko bencana telah berjalan efektif mendukung kelancaran produksi yang tercatat mencapai 93,4 kilo ons emas sepanjang 2024.
Kesiapan infrastruktur ini menjadi modal kuat untuk mengejar target pertumbuhan produksi sebesar 25% pada 2025. ARCI berambisi menyeimbangkan target produksi agresif tersebut dengan standar keselamatan kerja yang ketat demi mencegah terulangnya insiden operasional yang merugikan perusahaan.
Bagi para investor, kombinasi antara lonjakan profitabilitas dan kepatuhan ESG menempatkan ARCI di posisi strategis. Perusahaan dinilai memiliki profil risiko yang terkelola dengan baik atau manageable risk, didukung transparansi melalui penerbitan Laporan Keberlanjutan dan audit eksternal.

Alvin Bagaskara
Editor
