Industri

Produksi CPO Turun, Siap Pasok Kebutuhan Ramadan

  • Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan industri siap memenuhi pasokan jelang Ramadan dan Lebaran 2020 meski produksi tengah menurun.

<p>Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. / Pixabay</p>

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. / Pixabay

(Istimewa)

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan industri siap memenuhi pasokan jelang Ramadan dan Lebaran 2020 meski produksi tengah menurun.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan pasokan dalam negeri merupakan prioritas industri untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng sebagai bahan pokok. Selain itu, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga digunakan untuk pemenuhan surfaktan sebagai bahan aktif pada sabun dan gliserin sebagai bahan hand sanitizer.

“Kami tetap menjalankan pengelolaan perkebunan kelapa sawit baik di kebun, pabrik, maupun kegiatan di perumahan karyawan telah menerapkan protokol pencegahan COVID-19,” kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Gapki mencatat sampai Februari 2020, industri CPO menyumbang devisa sebesar US$3,5 miliar setara Rp56 triliun.

Meski begitu, volume produksi sawit berupa CPO dan kernel pada Februari turun 5,4%. Sementara pada periode yang sama, ekspor produk sawit naik sekitar 140.000 ton, demikian juga konsumsi dalam negeri naik sekitar 30.000 ton.

Kenaikan ekspor terjadi hanya pada produk turunan CPO sedangkan pada produk kernel dan oleokimia turun. Secara tahunan, terjadi penurunan ekspor yang cukup signifikan untuk Januari-Februari 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sekitar 20%.

“Penurunan ekspor ke China sangat mungkin disebabkan oleh outbreak COVID-19. Sementara penurunan di Afrika mungkin disebabkan oleh harga yang tinggi. Sedangkan penurunan di India diperkirakan karena adanya keraguan importir untuk membuat kontrak pembelian untuk pengiriman Februari karena adanya rencana penetapan kuota impor minyak olahan kelapa sawit oleh pemerintah India,” tambah dia.

Sebagai informasi, harga CPO KPB FOB Februari 2020 pada level US$600 turun dari harga Januari yang berada pada level US$700 dengan stok akhir Februari 4 juta ton, turun sekitar 500.000 ton dari stok akhir Januari.

Konsumsi dalam negeri Februari 2020 naik sekitar 50.000 ton dari Januari. Kenaikan yang besar terjadi pada biodiesel sebanyak 70.000 ton atau sebanyak 12% sedangkan untuk pangan turun 15.000 ton.

Konsumsi dalam negeri 2-3 bulan menjelang Lebaran biasanya naik karena industri minyak goreng, margarin, biskuit dan lain-lain mulai memproduksi ekstra untuk persiapan menghadapi puasa dan Lebaran. Berdasarkan stok yang tersedia di akhir Februari, pasokan minyak sawit untuk kebutuhan puasa dan Lebaran akan cukup tersedia. (SKO)