Tren Global

Prediksi Harga Bitcoin dan Kripto Tahun 2026

  • Meski tertekan di akhir 2025, kripto diprediksi bangkit. Simak proyeksi harga Bitcoin, Ethereum, dan altcoin ke depan.
closeup-golden-bitcoins-dark-reflective-surface-histogram-decreasing-crypto.jpg
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pasar kripto global mengalami tekanan signifikan menjelang akhir 2025 setelah reli panjang sepanjang tahun. Harga Bitcoin yang sebelumnya mencetak level tertinggi terkoreksi ke kisaran US$89.000, seiring dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global dari sekitar US$4,28 triliun anjlok mendekati US$3,0 triliun. 

Koreksi ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang mulai lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang masih ketat.

Meski demikian, analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai koreksi tersebut bukan sekadar pelemahan, melainkan fase penting dalam pembentukan fondasi siklus baru pasar kripto. 

Menurutnya, perubahan sentimen ini justru menjadi proses penyehatan pasar setelah fase euforia, yang dalam sejarah Bitcoin kerap menjadi awal dari tren pemulihan jangka menengah hingga panjang.

Baca juga : Temuan Audit BPK di KAEF: Soal Dividen hingga Izin Usaha

Prediksi Bitcoin (BTC)

Prospek Bitcoin menuju 2026 masih diproyeksikan positif meski dengan rentang prediksi yang sangat beragam. J.P. Morgan melihat potensi Bitcoin menembus US$170.000, sementara Fundstrat mematok target yang lebih agresif di kisaran US$200.000-US$250.000. 

Di sisi lain, Standard Chartered merevisi proyeksinya menjadi lebih konservatif dengan target sekitar US$150.000 pada 2026, meski tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang.

Sejumlah survei dan panel analis juga menunjukkan optimisme berkelanjutan. Rata-rata prediksi menempatkan harga Bitcoin di kisaran US$145.000-US$162.000 pada akhir 2025, dengan skenario jangka panjang yang bahkan menyebut potensi harga mencapai ratusan ribu dolar hingga jutaan dolar dalam beberapa dekade mendatang. Meski demikian, para analis sepakat bahwa volatilitas akan tetap tinggi.

Ethereum (ETH)

Ethereum diperkirakan terus menguat seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain, khususnya di sektor DeFi, NFT, dan layer-2. Sejumlah analis memproyeksikan harga ETH berpotensi mencapai US$6.000-US$8.000 pada periode 2025-2026, dengan peluang menembus US$10.000 pada siklus bullish berikutnya jika inovasi jaringan dan aktivitas ekosistem terus berkembang.

Lembaga riset dan institusi keuangan juga melihat ETH memiliki prospek jangka menengah yang solid. Rata-rata proyeksi menempatkan Ethereum di kisaran US$4.300 pada 2025, dengan potensi kenaikan lanjutan apabila arus adopsi institusional dan utilitas jaringan meningkat secara konsisten.

Baca juga : Transformasi Arab Saudi: Dari Konservatif ke Liberal

Altcoin Lainnya

Selain Bitcoin dan Ethereum, sejumlah altcoin juga diperkirakan memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang. Solana (SOL) dinilai berpotensi mendapatkan momentum kuat berkat kecepatan jaringan dan adopsi ekosistemnya, dengan beberapa proyeksi menempatkan harga di kisaran US$619–US$819 menjelang 2030.

Sementara itu, Ripple (XRP) dan altcoin lainnya diproyeksikan bergerak positif seiring peningkatan adopsi jaringan dan kejelasan regulasi. Token seperti HBAR (Hedera) bahkan disebut berpotensi mencatat kenaikan signifikan dalam skenario jangka menengah hingga panjang, meski tetap dibayangi risiko volatilitas pasar.

Para analis menegaskan prediksi harga kripto sangat bervariasi dan kerap saling bertentangan, mencerminkan karakter pasar aset digital yang sangat volatil. Banyak model proyeksi mempertimbangkan faktor seperti halving Bitcoin, masuknya dana institusional, peluncuran ETF kripto, serta perkembangan teknologi blockchain, termasuk DeFi dan staking.

Namun, risiko eksternal seperti perubahan regulasi, dinamika ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta sentimen geopolitik dapat membuat realisasi harga jauh berbeda dari proyeksi. Oleh karena itu, investor diimbau untuk menyikapi prediksi secara adaptif dan tidak menjadikannya satu-satunya dasar pengambilan keputusan.