Praktik Anti Korupsi Jadi Perhatian Pertamina Geothermal dalam Terapkan ESG
- Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN Pertamina Geothermal tentunya menjadi perhatian terkait isu korupsi sebagai penerapan ESG

Rizky C. Septania
Author


JAKARTA - Isu korupsi menjadi satu hal yang selalu ramai diperbincangkan. Terlebih, dalam lini pemerintah, BUMN beserta anak perusahaannya.
Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN yakni Pertamina, Pertamina Geothermal tentunya menjadi perhatian terkait isu ini. Guna menerapkan keberlanjutan perusahaan, Pertamina mengantisipasi terjadinya kasus korupsi lewat strategi Perusahaan.
Mengutip laporan keberlanjutan Selasa, 4 Juni 2023, Pertamina Geothermal menerapkan sejumlah strategi dan prinsip pengelolaan bisnis. Selain terkait perubahan iklim dan sosial, pertamina Geothermal berkomitmen menghormati HAM dan tenaga kerja serta bekerja melawan korupsi di bidang tata kelola.
- Hipmi Sebut IMF Harus Objektif Terhadap Kebijakan Hilirisasi Indonesia
- Pemerintah Naikkan Harga Gula dari Petani jadi Rp12.500/kg
- Larangan Ekspor Nikel Diterpa Ragam Isu, Pengamat: Kebijakan Perlu Dievaluasi
Lebih rinci, Pertamina penerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang dikenal dengan Sebutan SMAP. Penerapan ini mendukung praktik anti fraud dan anti korupsi di seluruh proses bisnis perusahaan.
Guna mendukung hal tersebut, Perusahaan juga memperkuat infrastruktur teknologi melalui pembentukan tim Cyber Incident Response Team.
Jadi Prioritas
Dalam menerapkan keberlanjutan perusahaan Pertamina Geothermal menjadikan penanganan dan penerapan sistem anti korupsi sebagai prioritas. Hal ini tertuang dari laporan keberlanjutan yang menuangkan bahwa poin anti korupsi sebagai materi kritis untuk diperhatikan.
Penerapan anti korupsi hanya berada satu angka di bawah poin keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan. Adapun penerapan ini diterapkan pada seluruh laisan termasuk pemegang saham, dan pekerja.
Karenanya, Anti korupsi menjadi topik prioritas dari stakeholder internal dan eksternal. Selaras dengan hal itu, Perseroan juga berkomitmen penuh untuk tidak mentolerir segala bentuk korupsi.
Dari segi tata kelola, Pertamina Geothermal menganggap munculnya isu korupsi sebagai hal yang berpengaruh bagi citra perusahaan. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan reputasi perusahaan serta kepercayaan Stake holder.
Untuk menghindari hal tersebut, Pertamina Geothermal berupaya menargetkan penerpan GCG Inplementation Compliance sebesar 93% dengan GCG assesmen Score Sangat baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pertamina Geothermal melakukannya dengan mengimplementasikan anti-fraud awareness program. Selain itu, perusahaan juga secara aktif melakukan pelatihan dan sosialisasi secara berkala terkait corporate ethic. Tak lupa, perusahaan juga mewajibkan pekerja untuk mengimplementasikan GCG secara menyeluruh meliputi CoI, CoC, LHKPN, Gratifikasi.
Penanganan yang Pernah Dilakukan
Suap di lingkungan perusahaan dan entitas anak. Perseroan memberikan konsekuensi tidak dipatuhinya kebijakan ini dapat mengakibatkan tindakan serius berupa sanksi disiplin, pemutusan hubungan kerja, pelanggaran perdata dan/atau pidana.
Selama tahun 2022, terdapat 9 (sembilan) kasus korupsi, dengan 39 pekerja yang terlibat. Sebanyak 32 pekerja mendapatkan sanksi mulai dari teguran, surat peringatan, Demosi maupun PHK.
Selama tahun 2022, tidak terdapat insiden yang terbukti sehingga mengakibatkan kontrak dengan mitra bisnis diakhiri atau tidak dilanjutkan karena pelanggaran terkait korupsi.
Selama tahun 2022, terdapat 6 (enam) kasus hukum terkait korupsi yang diajukan oleh publik terhadap Perseroan. Namun, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Ananda Astri Dianka
Editor
