Tren Ekbis

Pohon Bisnis Keluarga Riady: Dari Bank, RS Sampai Properti

  • Siapa keluarga Riady? Simak pohon bisnis Lippo Group yang membentang dari sektor properti, rumah sakit, ritel, media, pendidikan, hingga fintech.
<p>Konglomerat pemilik Grup Lippo Mochtar Riady / Nikkei</p>

Konglomerat pemilik Grup Lippo Mochtar Riady / Nikkei

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama keluarga Riady telah lama menjadi salah satu simbol konglomerasi bisnis terbesar di Indonesia. 

Melalui Lippo Group, keluarga yang dirintis oleh Mochtar Riady berhasil membangun kerajaan usaha yang kini merambah berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, properti, kesehatan, ritel, pendidikan, media, hingga teknologi digital.

Di bawah kepemimpinan generasi kedua, James Tjahaja Riady, Lippo Group terus melakukan transformasi bisnis. 

Jika pada awal berdirinya grup dikenal sebagai pemain utama di industri perbankan, kini bisnis Lippo lebih identik dengan pengembangan kota mandiri, jaringan rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga layanan ekonomi digital.

Lantas, seperti apa gurita bisnis keluarga Riady saat ini?

Pohon Bisnis Keluarga Riady

Berawal dari Perbankan

Fondasi Lippo Group dibangun oleh Mochtar Riady pada dekade 1950-an melalui sektor jasa keuangan. Salah satu tonggak terbesarnya adalah pengembangan Bank Lippo, yang kemudian bergabung dan menjadi bagian dari CIMB Niaga.

Selain Bank Lippo, kelompok usaha ini juga pernah memiliki portofolio di sejumlah lembaga keuangan, baik di Indonesia maupun luar negeri, seperti BNP Lippo Bank, Central Asia Bank, Hongkong Chinese Bank, California Lippo Bank di Amerika Serikat, hingga Lippo Finance Australia.

Pengalaman panjang di industri keuangan menjadi modal utama keluarga Riady untuk melakukan ekspansi ke berbagai sektor lainnya. Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan kepada James Tjahaja Riady, putra Mochtar Riady yang lahir di Jakarta pada 7 Januari 1957.

James menempuh pendidikan di University of Melbourne, Australia, sebelum aktif mengembangkan bisnis keluarga. Ia juga pernah terlibat dalam pendirian Worthen Bank di Amerika Serikat, memperluas pengalaman internasional sebelum kembali mengembangkan Lippo Group di Indonesia.

Sementara itu, sang adik, Stephen Riady, lebih banyak menangani berbagai entitas Lippo Group di Hong Kong dan Singapura.

Baca juga : Rekam Jejak Destry Damayanti, Bagaimana Arah Kebijakan BI ke Depan?

Properti Menjadi Mesin Pertumbuhan

Pasca krisis finansial Asia, Lippo Group melakukan transformasi besar dengan menjadikan sektor properti sebagai bisnis utama.

Melalui PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), grup ini mengembangkan berbagai kota mandiri yang menggabungkan kawasan hunian, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, hotel, hingga lapangan golf dalam satu kawasan terintegrasi.

Beberapa proyek andalan Lippo Group antara lain,

  • Lippo Karawaci di Tangerang
  • Lippo Cikarang di Bekasi
  • Meikarta, proyek kota baru di Cikarang
  • Rolling Hills di Karawang dan Karawaci
  • Lippo Centre di Hong Kong

Transformasi tersebut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2024, PT Lippo Karawaci Tbk membukukan laba bersih sekitar Rp18,7 triliun, melonjak tajam dibandingkan laba sekitar Rp50,1 miliar pada tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa sektor properti masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap bisnis keluarga Riady.

Baca juga : Perry Warjiyo Mundur, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini?

Bisnis Ritel Modern

Selain properti, Lippo Group juga dikenal sebagai salah satu pelopor ritel modern di Indonesia. Melalui PT Matahari Putra Prima Tbk, grup ini mengembangkan berbagai jaringan ritel, seperti:

  • Matahari Department Store
  • Hypermart
  • Foodmart

Jaringan tersebut menjangkau berbagai kota besar di Indonesia dan menjadi salah satu pemain penting dalam industri perdagangan modern selama beberapa dekade.

Siloam, Pilar Bisnis Kesehatan

Di sektor layanan kesehatan, keluarga Riady mengembangkan Siloam Hospitals, salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. Rumah sakit Siloam hadir di berbagai kota dan menjadi salah satu pilar utama bisnis Lippo Group seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Keberadaan rumah sakit juga melengkapi konsep kota mandiri yang dikembangkan Lippo Karawaci, di mana fasilitas kesehatan menjadi bagian dari ekosistem kawasan.

Baca juga : Gubernur BI Mundur, IHSG Hari Ini Dibuka Turun 0,29 Persen

Pendidikan hingga Media

Ekspansi Lippo Group tidak berhenti di sektor properti dan kesehatan. Grup ini juga membangun ekosistem pendidikan melalui Universitas Pelita Harapan (UPH) serta jaringan Sekolah Pelita Harapan, yang kini menjadi salah satu institusi pendidikan swasta ternama di Indonesia.

Di bidang media dan telekomunikasi, Lippo Group mengembangkan sejumlah bisnis seperti:

  • B Universe (sebelumnya BeritaSatu)
  • First Media
  • layanan televisi kabel
  • internet broadband

Langkah tersebut memperluas kehadiran Lippo di industri informasi dan teknologi komunikasi.

Masuk ke Ekonomi Digital Lewat OVO

Melihat perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital, Lippo Group juga masuk ke sektor teknologi finansial. Salah satu investasi paling dikenal adalah OVO, dompet elektronik yang diluncurkan pada 2017 dan berkembang menjadi salah satu pemain utama industri pembayaran digital Indonesia.

Lippo juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi global, termasuk Tencent, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pembayaran digital.

Bisnis Hotel hingga Luar Negeri

Di sektor perhotelan, Lippo mengoperasikan jaringan Aryaduta Hotels yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia. Sementara secara internasional, gurita bisnis keluarga Riady menjangkau sejumlah negara, antara lain:

  • Hong Kong
  • Singapura
  • Tiongkok
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Korea Selatan

Melalui berbagai entitas tersebut, Lippo mengembangkan bisnis properti, jasa keuangan, investasi, hingga industri makanan.

Perusahaan Lippo yang Tercatat di Bursa

Sebagian bisnis keluarga Riady juga telah melantai di pasar modal, baik di Indonesia maupun luar negeri. Beberapa perusahaan publik yang menjadi bagian dari ekosistem Lippo Group antara lain,

  • LPKR – PT Lippo Karawaci Tbk (Bursa Efek Indonesia/BEI)
  • 226.HK – Lippo Limited (Bursa Hong Kong/HKEX)
  • 156.HK – Lippo China Resources (Bursa Hong Kong/HKEX)
  • 655.HK – Hongkong Chinese Limited (Bursa Hong Kong/HKEX)
  • A23.SG – Auric Pacific Group (Bursa Singapura/SGX)

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan luasnya jaringan investasi yang dibangun keluarga Riady selama beberapa dekade.

Sebagaimana konglomerasi besar lainnya, Lippo Group memiliki struktur kepemilikan yang berlapis melalui sejumlah perusahaan induk.

Di antaranya adalah Lippo Capital, yang menjadi salah satu holding utama dan mayoritas dimiliki keluarga Riady. James Riady dan Stephen Riady juga mengendalikan sejumlah entitas investasi melalui perusahaan masing-masing di Indonesia maupun luar negeri.

Model kepemilikan seperti ini memungkinkan pengelolaan bisnis lintas sektor sekaligus memperkuat ekspansi internasional grup. Perjalanan Lippo Group menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan keluarga mampu bertransformasi mengikuti perubahan zaman.

Berawal dari perbankan, keluarga Riady kini membangun bisnis yang mencakup properti, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pendidikan, media, hotel, hingga teknologi digital. Diversifikasi tersebut membuat Lippo tidak lagi bergantung pada satu sektor usaha, melainkan memiliki berbagai sumber pendapatan dari industri yang berbeda.