Pohon Bisnis Arsjad Rasjid: Dari Batu Bara, Properti sampai EV
- Indika Energy di bawah Arsjad Rasjid berkembang menjadi konglomerasi investasi dengan bisnis batu bara, EV, energi terbarukan, logistik, dan teknologi.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Nama Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat identik dengan PT Indika Energy Tbk. (INDY), salah satu grup energi terintegrasi terbesar di Indonesia.
Sebagai Presiden Direktur, Arsjad Rasjid memimpin transformasi Indika Energy dari perusahaan yang bergantung pada bisnis batu bara menjadi konglomerasi investasi dengan portofolio di sektor pertambangan, pembangkit listrik, kendaraan listrik (electric vehicle/EV), logistik, infrastruktur, teknologi digital, hingga bisnis hijau.
Diversifikasi tersebut menjadi strategi utama Indika Energy dalam menghadapi transisi energi global, ketika permintaan terhadap energi bersih terus meningkat sementara industri batu bara menghadapi tantangan fluktuasi harga dan tekanan dekarbonisasi.
Hingga kini, Indika Energy memiliki puluhan entitas anak usaha, perusahaan patungan (joint venture), dan perusahaan afiliasi yang tersebar di berbagai sektor strategis.
Bisnis Batu Bara dan Energi
Meski agresif melakukan diversifikasi, sektor energi masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan PT Indika Energy Tbk. melalui sejumlah perusahaan utama, antara lain:
- PT Kideco Jaya Agung, produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia dengan konsesi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
- PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur.
- PT Indika Indonesia Resources (IIR), perusahaan investasi dan perdagangan energi yang mengelola berbagai aset pertambangan.
- PT Tripatra Engineers & Constructors serta PT Tripatra Engineering, perusahaan engineering, procurement, construction (EPC), operasi, dan pemeliharaan fasilitas migas, petrokimia, pembangkit listrik, hingga industri proses.
- PT Cirebon Electric Power (CEP) dan PT Cirebon Energi Prasarana, operator pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon yang menjadi bagian penting dalam penyediaan listrik nasional.
Melalui entitas-entitas tersebut, Indika Energy tidak hanya berperan sebagai perusahaan tambang, tetapi juga pemain terintegrasi yang mencakup rantai nilai energi dari hulu hingga hilir.
Baca juga : UOB: ORI030 Laris Rp21,9 T, Investor Pindah ke Obligasi
Ekspansi ke Pertambangan Mineral
Seiring meningkatnya permintaan mineral kritis untuk industri kendaraan listrik, Indika Energy mulai memperluas investasi pada sektor pertambangan nonbatu bara. Beberapa perusahaan yang berada di bawah portofolio mineral Indika antara lain,
- PT Masmindo Dwi Area, pengembang Proyek Tambang Emas Awak Mas di Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu proyek emas terbesar di Indonesia.
- PT Mekko Metal Mining, perusahaan yang bergerak di pertambangan bauksit.
- PT Rockgeo Energi Nusantara, perusahaan eksplorasi sumber daya mineral.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun portofolio komoditas masa depan.
ALVA hingga Foxconn, Ambisi Indika di Industri Kendaraan Listrik
Salah satu transformasi terbesar Indika Energy terjadi melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Melalui PT Ilectra Motor Group (IMG), perusahaan meluncurkan merek sepeda motor listrik ALVA, yang kini menjadi salah satu pemain utama di pasar motor listrik Indonesia. Ekspansi tersebut diperkuat melalui sejumlah entitas lain, yaitu,
- PT Mitra Motor Group, perusahaan investasi sektor otomotif listrik.
- Foxconn Indika Motor (FIM), perusahaan patungan antara Indika Energy dan Foxconn untuk mengembangkan kendaraan listrik dan ekosistem manufaktur EV di Indonesia.
- PT Kalista Nusa Armada (Kalista), penyedia armada kendaraan listrik untuk sektor transportasi dan komersial.
- PT Industri Baterai Nusantara, yang mendukung pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Indika tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem mulai dari produksi, armada, hingga teknologi pendukung.
Baca juga : Rupiah Kembali ke Level Rp17.000-an per Dolar AS, Ini Faktornya
Bisnis Logistik dan Infrastruktur
Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Indika juga memiliki jaringan logistik dan infrastruktur yang menopang kegiatan operasionalnya. Beberapa perusahaan yang berada dalam lini bisnis ini meliputi,
- PT Interport Mandiri Utama, pengelola jasa kepelabuhanan.
- PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE), operator terminal energi.
- PT Cotrans Asia, perusahaan jasa transshipment batu bara.
- Sea Bridge Shipping, perusahaan transportasi laut.
- PT Kuala Pelabuhan Indonesia, pengembang fasilitas pelabuhan.
- PT Indika Logistic & Support Services (ILSS), penyedia layanan logistik terpadu.
Sebelumnya, Indika juga mengendalikan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), perusahaan pelayaran yang kini telah dilepas sebagai bagian dari optimalisasi portofolio investasi.
Bisnis Hijau dan Pengembangan Energi Terbarukan
Dalam mendukung target net zero emission, Indika Energy membangun sejumlah bisnis berbasis energi bersih. Di antaranya adalah,
- PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga surya.
- PT Indika Multi Properti melalui platform Indika Nature, yang mengembangkan proyek karbon, rehabilitasi hutan, konservasi alam, hingga solusi berbasis alam (nature-based solutions).
Segmen ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru perusahaan dalam jangka panjang.
Baca juga : Bank Kakap Panen NIM, Ritel Awas Kejepit Likuiditas, Posisi Kamu di Mana?
Transformasi Digital
Indika Energy juga memperluas bisnis melalui sektor teknologi digital. Perusahaan-perusahaan yang berada dalam lini ini antara lain,
- PT Xapiens Teknologi Indonesia (Xapiens) yang menyediakan solusi transformasi digital, cloud, cybersecurity, dan artificial intelligence (AI).
- PT Indika Digital Teknologi (IDT) sebagai holding investasi digital.
- PT Zebra Cross Teknologi (ZebraX) yang mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi.
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun bisnis di luar sektor energi konvensional.
Properti dan Investasi
Selain sektor operasional, Indika Energy juga memiliki perusahaan investasi dan pengelolaan aset, di antaranya,
- PT Indika Inti Corpindo sebagai perusahaan investasi.
- PT Indy Properti Indonesia, pengembang kawasan perkantoran Indy Bintaro Office Park.
- PT Indika Capital Pte. Ltd. di Singapura yang menjadi kendaraan investasi internasional grup.
Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut memperkuat posisi Indika sebagai holding investasi dengan portofolio yang semakin terdiversifikasi.
Di bawah kepemimpinan Arsjad Rasjid, PT Indika Energy Tbk. tidak lagi hanya dikenal sebagai perusahaan batu bara. Melalui puluhan anak usaha dan perusahaan afiliasi di sektor energi, mineral, kendaraan listrik, logistik, digital, properti, hingga energi terbarukan, Indika berkembang menjadi salah satu konglomerasi investasi terbesar di Indonesia.
Strategi diversifikasi ini juga menjadi fondasi perusahaan dalam menghadapi perubahan lanskap industri energi global, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan perusahaan

Muhammad Imam Hatami
Editor
