Perang Digital Bank Jumbo 2025: BRImo Juara, Kalahkan Livin' & BCA
- Penggunaan mobile banking meledak di 2025. BRImo kokoh di puncak dengan 45,9 juta pengguna, disusul Livin' Mandiri dan BCA. Intip persaingan lengkapnya.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Lanskap digitalisasi perbankan di Tanah Air semakin memanas sepanjang tahun 2025. Tingginya adopsi transaksi nontunai di tengah masyarakat memicu perlombaan sengit antar bank raksasa dalam memperebutkan takhta ekosistem mobile banking.
Berdasarkan rekam jejak capaian sepanjang tahun lalu, aplikasi BRImo milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sukses mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sebagai aplikasi perbankan dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia.
Fenomena ini sejalan dengan data makroekonomi dari Bank Indonesia (BI). Otoritas moneter mencatat volume transaksi pembayaran digital, yang meliputi transaksi aplikasi mobile dan internet, menembus angka fantastis 14,26 miliar transaksi pada kuartal IV-2025.
Angka ini merepresentasikan pertumbuhan masif 39,21% secara tahunan (year-on-year/YoY). Menariknya, transaksi mobile melesat 12,10% YoY, sementara penggunaan QRIS terbang tak terkendali hingga 139,99% YoY. "Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," sebut Bank Indonesia dalam keterangan resminya.
Dominasi BRImo dan Pertarungan Tiga Besar
Di tengah manisnya kue transaksi digital tersebut, dominasi BRImo tampak belum tergoyahkan. Aplikasi andalan bank pelat merah ini sukses meraup 45,9 juta pengguna aktif hingga akhir Desember 2025. Mengiringi besarnya basis pengguna tersebut, nilai transaksi yang mengalir melalui BRImo sukses menembus Rp7.076,9 triliun, tumbuh 26,4% YoY.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari penetrasi digital perseroan yang berkelanjutan. "Aplikasi BRImo mencatat peningkatan yang signifikan, di mana jumlah pengguna aktif naik 18,9% YoY menjadi 45,9 juta di Desember 2025," ungkap Aquarius dalam paparan kinerja keuangan BRI kuartal IV-2025.
Membuntuti ketat di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan 37,2 juta pengguna melalui aplikasi Livin' by Mandiri. Bank berlogo pita emas ini mencetak pertumbuhan pengguna sebesar 27% YoY dengan total nilai transaksi menyentuh Rp4.401 triliun. Mayoritas likuiditas tersebut ditopang oleh layanan transfer yang mendominasi nilai transaksi hingga Rp3.514 triliun.
Sementara itu, posisi ketiga dihuni oleh raksasa swasta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BCA mencatatkan total basis pengguna mobile banking sebanyak 34,3 juta nasabah, naik 3,6% secara tahunan. Walau pertumbuhan penggunanya terbilang moderat, volume perputaran uang di ekosistem digital BCA terbukti sangat likuid dengan total frekuensi transaksi menembus 37,5 miliar kali sepanjang tahun lalu.
Ledakan Eksponensial Penantang Baru
Anomali paling menarik dari persaingan mobile banking 2025 justru datang dari para penantang yang melakukan transformasi aplikasi secara radikal. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang baru saja merilis super app wondr by BNI, mencetak ledakan pengguna paling agresif. Basis pengguna wondr by BNI melonjak drastis 128,30% YoY menjadi 12,1 juta pengguna, dibandingkan akhir 2024 yang hanya bertengger di angka 5,3 juta. Nilai transaksinya pun telah menembus Rp1.198 triliun.
Tak ingin ketinggalan, aplikasi Bale by BTN milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) juga menunjukkan tajinya. Bale by BTN sukses mengakuisisi 3,7 juta pengguna, meroket 66,1% secara tahunan. Akselerasi ini sukses memacu nilai transaksi ekosistem digital BTN menjadi Rp103,6 triliun, dengan frekuensi transaksi yang melonjak 79,2% YoY menuju level 2,21 miliar kali.
Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga sukses menjaga pertumbuhan organiknya. Melalui aplikasi OCTO, perseroan membukukan peningkatan pengguna sebesar 10,6% YoY menjadi 5,9 juta pengguna aktif, dengan total frekuensi menyentuh 515 juta transaksi hingga akhir tahun lalu.

Alvin Bagaskara
Editor
